Berita

Mendiang Juliana Marins/Ist

Nusantara

Pendaki Juliana Marins Terjatuh di Jurang

Gubernur NTB Bakal Perbaiki Regulasi di Gunung Rinjani

MINGGU, 29 JUNI 2025 | 12:40 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal membuat surat terbuka ucapan duka cita dan permohonan maaf untuk keluarga besar Juliana Marins, pendaki Gunung Rinjani asal Brasil yang meninggal dunia.

Melalui akun Instagram @iqbal_lalu_muhamad, yang dikutip redaksi pada Minggu 29 Juni 2025, orang nomor satu di Provinsi NTB ini menyampaikan surat terbuka dalam bentuk video berdurasi sekitar tiga menit dengan judul "Surat terbuka dari Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk Saudara-saudari Kami di Brasil". 

"Saya Lalu M. Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Barat, tempat asal Gunung Rinjani -- dan tempat di mana kami kehilangan saudari kami, Juliana Marins," kata Lalu.


"Atas nama pribadi dan masyarakat Nusa Tenggara Barat, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan simpati yang tulus kepada keluarganya selama masa kesedihan yang tak terbayangkan ini," sambungnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Lalu mengakui bahwa ini telah mengguncangkan Tanah Air.

"Kami semua sangat terguncang oleh tragedi ini, terutama karena terjadi di tanah air kami," kata Lalu.

Di sisi lain, Lalu meyakini tim SAR gabungan labgsung bekerja keras pasca peristiwa ini terjadi.

"Saya ingin meyakinkan Anda bahwa sejak pertama kali kami diberi tahu tentang kecelakaan tersebut, tim penyelamat kami bertindak dengan urgensi dan dedikasi. Mereka mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri untuk melaksanakan misi mereka. Banyak dari mereka adalah sukarelawan, yang semata-mata didorong oleh rasa belas kasih dan kemanusiaan. Karena dalam budaya kami, mereka yang memasuki tanah kami dianggap sebagai keluarga," kata Lalu.

Sayangnya, dalam operasi pencarian, medan ekstrem seperti kontur bukit dan cuaca sangat tidak bersahabat.

"Namun, terlepas dari upaya luar biasa tim penyelamat kami, operasi kami menghadapi tantangan besar dari kekuatan alam. Kabut tebal dan hujan terus-menerus menghambat upaya penyelamatan sejak hari pertama, sehingga sulit bagi drone termal untuk mendeteksi koordinat yang tepat," kata Lalu.

"Selain itu, medan berpasir di dekat lokasi menciptakan risiko ekstrem bagi dua helikopter yang kami kerahkan, karena kemungkinan pasir masuk ke mesin membuat operasi pengangkutan udara menjadi tidak aman," imbuhnya.

Hal ini disampaikan Lalu untuk dipahami seluruh pihak, bukan maksud dari pembelaan semata.

"Harap dipahami bahwa saya menyampaikan hal ini bukan sebagai alasan, tetapi sebagai pengakuan yang transparan atas keterbatasan kami saat ini," kata Lalu.

Di sisi lain, Lalu pun mengakui kompetensi para penyelamat di Indonesia saat ini masih kurang, pun juga dengan fasilitasnya.

"Kami menyadari bahwa jumlah personel penyelamat vertikal bersertifikat masih kurang, dan tim kami masih kekurangan peralatan canggih yang dibutuhkan untuk misi tersebut," kata Lalu.

Untuk itu, Lalu berjanji akan membenahi infrastuktur di Gunung Rinjani, agar persitiwa ini tidak terulang kembali.

"Kami juga menyadari bahwa infrastruktur keselamatan di sepanjang jalur pendakian Rinjani harus ditingkatkan, karena gunung ini telah berkembang dari tujuan pendakian menjadi objek wisata internasional. Dengan kesadaran ini, saya berkomitmen penuh -- sebagai Gubernur -- untuk memulai tinjauan komprehensif dengan semua pemangku kepentingan di wilayah Rinjani," kata Lalu 

"Saya jamin bahwa kami akan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami terhadap keadaan darurat atau bencana di masa mendatang. Ini termasuk menjalin kemitraan dengan para ahli global dalam operasi penyelamatan gunung dan vertikal," tegasnya.

Untuk langkah konkret, Lalu telah memerintahkan Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi NTB Lalu Moh Faozal untuk rapat lintas sektor membahas kesiapsiagaan di Gunung Rinjani. 

Seperti diketahui, jenazah Juliana Marins berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Rabu, 25 Juni 2025.

Evakuasi jenazah berhasil dilakukan dari ke dalam jurang lebih dari 600 meter oleh Tim SAR Gabungan.



Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya