Berita

Citra satelit lokasi nuklir Fordo di Iran tengah, dekat kota Qom/Net

Dunia

Menhan AS Bantah Informasi Soal Iran Pindahkan Fasilitas Uranium Sebelum Diserang

JUMAT, 27 JUNI 2025 | 12:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth, membantah peringatan sejumlah ahli yang menyebut bahwa Iran kemungkinan telah menyembunyikan uranium sebelum diserang.

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis 26 Juni 2025 Waktu setempat, Hegseth menyatakan bahwa dirinya tidak menerima informasi apa pun, termasuk dari intelijen, mengenai pemindahan uranium yang diperkaya tinggi oleh Iran untuk melindunginya dari serangan udara AS.

Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah militer AS meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Minggu dini hari. Serangan tersebut menggunakan lebih dari selusin bom penghancur bunker seberat 30.000 pon.


Serangan itu dilakukan atas perintah Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim bahwa program nuklir Iran "telah dihancurkan". Pemerintah AS kini sedang memantau hasil serangan untuk menilai sejauh mana dampaknya terhadap kemampuan nuklir Iran.

“Saya tidak melihat adanya informasi intelijen yang menyebutkan uranium dipindahkan atau disembunyikan,” ujar Hegseth dalam konferensi persnya yang berlangsung cukup panas, dikutip dari Reuters.

Trump yang hadir dalam kesempatan itu mendukung pernyataan Hegseth, dan menyebut bahwa kendaraan di sekitar lokasi hanya milik para pekerja konstruksi, bukan untuk memindahkan bahan nuklir.

Namun, sejumlah ahli meragukan klaim AS. Mereka menunjukkan citra satelit dari Maxar Technologies yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di fasilitas nuklir Fordo pada Kamis dan Jumat sebelum serangan. Tampak antrean kendaraan di luar pintu masuk lokasi yang berada di bawah tanah tersebut.

Seorang pejabat senior Iran yang berbicara kepada Reuters mengatakan bahwa sebagian besar uranium Iran yang telah diperkaya hingga 60 persen memang telah dipindahkan ke lokasi rahasia sebelum serangan.

Laporan dari Financial Times yang mengutip intelijen Eropa juga menyebut bahwa cadangan uranium Iran kemungkinan besar tetap utuh karena tidak seluruhnya disimpan di Fordo.

Menanggapi informasi tersebut, Hegseth menegaskan bahwa penilaian awal dari Badan Intelijen Pertahanan (DIA) yang menyebut dampak serangan hanya menunda program nuklir Iran selama beberapa bulan, tidak bisa dijadikan patokan utama. 

Ia mengklaim, berdasarkan data dari CIA, serangan itu sebenarnya telah sangat merusak kemampuan nuklir Iran dan akan butuh waktu bertahun-tahun bagi Teheran untuk membangunnya kembali.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya