Berita

Hasto Kristiyanto saat diperiksa sebagai terdakwa kasus suap dan perintangan penyidikan/RMOL

Hukum

Hasto Rutin Doakan Jokowi dan Megawati di Gunung

Selama Sembilan Tahun Berturut-turut
JUMAT, 27 JUNI 2025 | 04:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengaku rutin mendaki gunung setiap malam tahun baru selama sembilan tahun berturut-turut untuk mendoakan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat masih berkuasa.

Hal itu diungkapkan langsung Hasto saat diperiksa sebagai terdakwa di persidangan perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 26 Juni 2025.

Awalnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Yunarwanto mendalami terkait ritual-ritual yang dilakukan DPP PDIP.


"Kemarin di persidangan Kusnadi menyebutkan terkait perintah mengenai menenggelamkan itu bahwa itu melarung sesaji. Apakah memang ada kebiasaan di DPP itu bahwa untuk caleg itu untuk menang dia harus melakukan ritual-ritual, kemudian disampaikan Kusnadi seperti itu. Apakah memang seperti itu yang saudara ketahui sebagai seorang Sekjen PDIP?" tanya Jaksa Wawan.

Hasto mengatakan, bahwa melarung yang dimaksud Kusnadi selaku stafnya adalah melarung pakaian, bukan melarung atau menenggelamkan handphone (HP) seperti yang dituduhkan Jaksa.

"Tapi kalau larung memang itu menjadi bagian dari kultur yang kami bangun. Terutama setelah kami berada di dalam pemerintahan, karena tekanannya kuat sekali. Sehingga setiap malam tahun baru, selama sembilan tahun berturut-turut Yang Mulia, saya ini selalu naik gunung, mendoakan Bu Mega, mendoakan Pak Jokowi, mendoakan bangsa dan negara agar Indonesia ini baik," kata Hasto.

Dari kebiasaannya itu, kata Hasto, ada tradisi melukat dan melarung sebagai bagian pendekatan diri kepada Tuhan.

"Sehingga tekanan-tekanan yang begitu banyak ketika di dalam pemerintahan kami jawab juga dengan gerak spiritualitas, seperti melarung itu. Nah di luar itu satu pertanyaan dari JPU tadi ada juga yang melarung dalam konteks motif-motif khusus, mau jadi bupati, kemudian berdoa, ada yang berendam dan sebagainya. Kalau kami melukat memang biasa dilakukan," tutur Hasto.

Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga menjelaskan perannya selama menjabat sebagai Sekjen PDIP dalam tiga kali penyelenggaraan Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden (Pilpres).

Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan dari tim Penasihat Hukumnya, Alvon Kurnia Palma, yang menyoroti kiprah Hasto sebagai tim sukses Pilpres.

"Itu kan memenangkan tiga kali pemilu dan dua kali presiden ya? Nah kemudian di situ juga pernah menjadi tim sukses itu sebagai apa ketika itu saudara terdakwa?” tanya Alvon.

“Pada tahun 2014, ketika calon presiden adalah Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla, saya saat itu ditugaskan sebagai sekretaris sebenarnya. Cuma karena ketua tim pemenangannya sudah Mas Tjahjo (Kumolo), maka kemudian kami dorong Pak Andi Widjajanto dan saya kalau tidak salah menjadi jurubicara di situ, meskipun jurubicara plus-plus karena faktanya merangkap banyak pekerjaan," jawab Hasto.

Pada Pemilu 2019, Hasto mengaku memiliki peran ganda, yakni sebagai Sekjen PDIP dan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) yang mengelola koalisi partai pengusung Jokowi-Maruf Amin.

"Baru pada 2019, saya merangkap itu di dalam pemilu yang paling kompleks sedunia, karena pertama kali serentak. Itu saya menjadi sekjen partai tetap dan sekaligus menjadi sekretaris tim pemenangan yang me-manage 10 partai politik, hampir 10 partai politik," jelas Hasto.

Menurut Hasto, tugas tersebut tidak mudah karena harus berkoordinasi dengan banyak partai di tengah kompetisi yang sangat ketat.

"Sehingga bukan koordinasi yang mudah, sementara pada saat bersamaan saya punya tanggung jawab untuk di partai," pungkasnya.



Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Melangkah Penuh Harapan, Pertamina Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:10

Cerita Tobat Mantan Penambang Ilegal Pongkor

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:59

KPK: Tidak Ada Informasi Fadia Arafiq Ditangkap saat Bersama Gubernur Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:43

Antisipasi Perang Dunia, AHY Ajak Perkuat Soliditas Hadapi Skenario Terburuk

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40

Tips Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Khawatirkan Rumah Kosong

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:17

Presiden Prabowo Batal Hadir Bukber Partai Demokrat

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:09

Tak Benar MBG Ganggu Anggaran Pendidikan

Rabu, 04 Maret 2026 | 19:02

Sudah Dibuka, Ini Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Pertamina

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:53

Spesifikasi Xiaomi 17 dan Daftar Harganya di Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:38

Gubernur Jateng Bantah Bersama Bupati Pekalongan saat OTT KPK

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya