Berita

Mendikdasmen Abdul Mu’ti/Ist

Politik

Abdul Mu’ti: Pesantren Jembatan Konvergensi Global

KAMIS, 26 JUNI 2025 | 05:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pesantren merupakan jembatan peradaban yang mampu merespons dinamika global. Kader pesantren berpotensi menjembatani konvergensi atau titik temu yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr Abdul Mu’ti, saat menjadi keynote speaker dalam Konferensi Internasional Transformasi Pesantren yang diselenggarakan oleh Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa 24 Juni 2025. 

“Dunia saat ini tidak hanya dihadapkan pada ketegangan geopolitik dan benturan antarperadaban, tetapi juga tengah mengalami proses konvergensi global yang signifikan. Di sini pesantren mempunyai peran strategis untuk menghasilkan kader yang bisa bersaing secara global,” ujar Mu’ti. 


Mengutip pemikiran Kishore Mahbubani dalam bukunya The Great Convergence, Mu’ti menyebut bahwa dunia sedang bergerak menuju titik temu baru sebuah persilangan peradaban yang berpotensi melahirkan tantangan sekaligus peluang. 

Menurutnya, setidaknya terdapat tiga bentuk konvergensi utama yang saat ini tengah berlangsung konvergensi keagamaan, konvergensi politik, serta konvergensi sosial dan budaya. 

“Pesantren berada pada posisi strategis untuk merespons sekaligus mengarahkan arah perubahan tersebut,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.

Mu’ti lantas menjelaskan bahwa tradisi pesantren saat ini tidak hanya melahirkan ahli agama, tetapi juga menjadi ruang dialog antara Islam tradisional dan modern. 

Ia menyoroti fenomena sosial baru seperti MUNU (Muhammadiyah-NU), yang mencerminkan keterbukaan generasi santri dalam mengadopsi modernitas tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Mu’ti juga menyinggung kaburnya batas antara partai Islam dan non-Islam. 

“Hari ini, partai seperti PKB tampil sebagai kekuatan terbuka dengan basis santri yang kuat. Kita harus membangun kepercayaan diri politik santri agar mereka berani tampil dan mengambil bagian dalam kebijakan publik,” kata Mu'ti.

Mu’ti pun menanggapi realitas baru di Barat, di mana generasi muslim mulai menjadi bagian dari arus utama masyarakat. 

“Wajah-wajah baru dari Inggris, Prancis, bahkan Eropa Tengah dan Utara kini adalah wajah-wajah muslim. Mereka religius, namun adaptif dan berdaya saing. Ini adalah bukti dari konvergensi budaya global,” kata Mu'ti.

Dalam konteks ini, pesantren, menurut Mu’ti, tak boleh lagi tertinggal dalam penguasaan sains dan teknologi. Ia menegaskan pentingnya transformasi kurikulum yang menjadikan pesantren sebagai pusat inovasi dan pemikiran kritis. 

“Ilmu adalah bagian dari ayat-ayat Allah. Maka tak boleh ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Semua pengetahuan pada akhirnya bermuara pada penguatan iman dan kontribusi untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Mu’ti juga mendorong pengembangan integratif, seperti penggunaan matematika untuk ilmu faraidh, astronomi untuk penentuan arah kiblat, serta teknologi untuk mendukung industri halal yang kini berkembang secara global. 

“Pesantren bukan menutup diri dari dunia, justru harus membuka diri untuk menjelajahinya,” tegasnya.

Dia menyerukan semangat hijrah bagi para santri untuk bergerak, menjelajah, dan membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. 

Pemerintah, lanjut Mu’ti, berkomitmen mendukung transformasi pesantren melalui kebijakan pendidikan yang inklusif serta program sinergi antara pesantren dan lembaga pendidikan formal. 

Dengan dukungan politik yang tepat, dari partai politik seperti PKB santri tak hanya akan memimpin Indonesia, tapi juga menjadi cahaya bagi dunia,” pungkasnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya