Berita

Politisi senior PDIP Aria Bima/RMOL

Politik

PDIP Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Konflik Global

RABU, 25 JUNI 2025 | 17:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gejolak di Timur Tengah bakal berimbas ke Indonesia, terutama dalam sektor ekonomi. Konflik tersebut juga bisa mengancam kondisi pangan di Indonesia.

Politisi senior PDIP Aria Bima menuturkan bahwa jika Selat Hormuz ditutup Iran maka kemungkinan besar akan berimbas pada APBN, dan kebutuhan di dalam negeri akan terpuruk lantaran harga minyak mentah bakal meroket tajam.

Maka dari itu, Aria Bima meminta pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan agar tidak terguncang akibat perang antara Iran dan Israel.


“Antisipasinya harus seperti apa? Kalau saya yang pertama pangan amankan dulu, udah. Pangan amankan dulu dunia ini mau ribut, mau gunjing, kita mau kurang BBM atau apapun, yang penting pangan aman,” kata Aria Bima kepada wartawan di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Rabu, 25 Juni 2025.

“Dalam artian ketersediaan dan keterjangkauan. Terutama ketergantungan pangan kita dengan pangan impor, bagaimana dengan gandum, bagaimana dengan kedelai, kedelai ini adalah kebutuhan rakyat,” sambung dia.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menerangkan bahwa stok pangan harus terjaga di dalam negeri, di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Jadi stok, buffer stok saat ini kalau bisa dipercepat, dipercepat dulu. Ini penting strategi menyikapi keadaan situasi kondisi global yang mana kita jujur sudah tidak mandiri lagi,” jelasnya.

“Sektor pangan kita enggak mandiri, sektor energi kita enggak mandiri, sektor keuangan tergantung fiskal kita juga dari utang kita berapa,” tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya