Berita

Direktur Eksekutif Jaminan Sosial Institute, Andy William Sinaga/Ist

Politik

Presiden Prabowo Diminta Segera Aktifkan 7,3 Juta Peserta PBI JKN

SELASA, 24 JUNI 2025 | 23:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sebanyak sejumlah 7,3 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinonaktifkan akibat adanya peralihan ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Jaminan Sosial Institute atau Jamsos Institut mengingatkan Presiden  Prabowo Subianto agar segera menyelamatkan 7,3 juta peserta PBI JKN, karena mereka berasal dari klaster masyarakat miskin atau kurang mampu.

Direktur Eksekutif Jaminan Sosial Institute, Andy William Sinaga mengatakan, 7,3 juta orang tersebut sebelumnya sudah terdaftar sebagai masyarakat miskin dan tidak mampu di Data Terpadu Kesehahteraan Sosial (DTKS) yang  dikelola Kemensos.


"Namun karena ada Inpres 4/2025 yang melahirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mereka tidak diakui lagi sebagai masyarakat miskin yang terdaftar di DTSEN, sehingga kepesertaan PBI-nya dicabut,” kata Andy dalam keterangan tertulis, Selasa 24 Juni 2025.
 
Hal ini, kata Andy, membuat adanya hak asasi warga negara dilanggar, sebagaimana diatur pada Pasal 28 dan Pasal 34 UUD 1945 yaitu hak warga negara atas jaminan sosial dan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat.

Selain itu, hak warga negara atas jaminan kesehatan juga telah dilindungi dalam UU No.40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No.24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Jamsos Institute memprediksi  hilangnya hak jaminan kesehatan warga negara, khususnya warga miskin yang mendapatkan hak PBI JKN akan bertambah. Jamsos Institute  mengusulkan peserta PBI mengecek kepesertaannya segera sebelum sakit. Kalau dinonaktifkan segera minta reaktivasi,” pungkas Andy.





Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya