Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

IHSG Hingga Rupiah Menguat di Tengah Gencatan Senjata Iran-Israel

SELASA, 24 JUNI 2025 | 18:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menunjukan penguatan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran-Israel pada Selasa, 24 Juni 2025.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup Rp16.353 per Dolar AS sore ini. Mata uang Garuda itu menguat 138,5 poin atau 0,84 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, IHSG sore ini ikut parkir ke zona hijau ke level 6.869. Indeks tersebut menguat 82 poin atau melesat 1,21 persen.


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan Rupiah sore ini didukung kabar perang yang mereda. Presiden AS Donald Trump mengklaim kedua negara telah menyetujui penghentian konflik sepenuhnya.

"Jika kedua pihak mematuhi kesepakatan, perang yang berlangsung selama 12 hari itu akan resmi berakhir dalam waktu 24 jam," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima redaksi.

Selain itu, penguatan Rupiah, kata dia, juga ditopang oleh perubahan arah kebijakan moneter AS. Gubernur Federal Reserve, Michelle Bowman, memberi sinyal pemangkasan suku bunga bisa dilakukan paling cepat pada Juli, seiring dengan melandainya tekanan inflasi.

Pernyataan itu meningkatkan spekulasi The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat.

"Hari ini fokus pasar adalah kesaksian Ketua Fed Jerome Powell di Kongres AS, angka Keyakinan Konsumen terbaru dan Indeks Manufaktur Richmond," tambahnya.

Ia memprediksi mata uang Rupiah pada Rabu 25 Juni 2025 akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp16.300 hingga Rp16.360 per Dolar AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya