Berita

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi/Ist

Politik

Komisi I DPR:

Penutupan Selat Hormuz Ancam Dapur Rakyat

SELASA, 24 JUNI 2025 | 14:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, diyakini bisa menimbulkan efek domino. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling krusial di dunia yang dilalui 20 persen pasokan minyak dunia. 

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, menilai ancaman Iran tersebut bisa berdampak besar jika benar-benar terwujud.

“Jika selat ini benar-benar ditutup, dampaknya tak hanya terasa di Timur Tengah atau negara-negara besar. Rakyat kita di kampung-kampung pun akan ikut menanggung beban, karena efek domino dari lonjakan harga minyak akan sampai ke dapur rakyat,” ujar Okta dalam keterangan resminya, Selasa 24, Juni 2025.  


Menurut Okta, kenaikan harga minyak dunia akan berdampak langsung terhadap harga BBM dalam negeri, beban subsidi energi, harga bahan pokok, hingga biaya logistik. Ia menilai, kelompok masyarakat berpendapatan rendah akan menjadi pihak yang paling rentan dalam situasi ini.

“Ini saatnya kita semua bersatu. Pemerintah, DPR, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat sipil harus duduk bersama dan menyiapkan langkah antisipatif. Ini bukan soal politik luar negeri saja, ini soal kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Banten III ini.

Okta menyoroti pentingnya kesiapan dalam menghadapi kondisi global yang tidak stabil. Ia mendukung penuh langkah Pertamina yang telah menyiapkan jalur pengiriman alternatif di luar Selat Hormuz serta menjaga stok cadangan energi nasional. Namun menurutnya, kesiapan itu harus didukung pula oleh kebijakan pemerintah yang terintegrasi dan responsif.

“Saya mendorong agar pemerintah menyiapkan paket kebijakan komprehensif. Mulai dari penguatan cadangan strategis energi, perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak, hingga pengawasan terhadap harga-harga barang penting,” imbuhnya.

Di sisi lain, Okta juga menekankan bahwa solusi jangka panjang harus ditempuh melalui pendekatan diplomasi aktif. Ia menyebut Indonesia perlu memainkan peran lebih kuat dalam meredakan ketegangan geopolitik yang kini memanas.

“Indonesia memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional. Kita bisa menjadi jembatan komunikasi antara kekuatan besar dunia dan pihak-pihak yang terlibat. Jalur diplomasi, baik bilateral maupun multilateral, harus diperkuat demi mencegah eskalasi yang lebih buruk,” tuturnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, parlemen Iran telah menyetujui rencana penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan militer AS dan sekutunya. Meskipun keputusan akhir masih berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Iran, sinyal tersebut telah menciptakan kekhawatiran luas akan terganggunya pasokan energi global.

“Ini peringatan serius bahwa dunia sedang dalam ketegangan tinggi. Namun Indonesia tidak boleh menjadi penonton pasif. Kita harus hadir, siap, dan bersuara demi menjaga stabilitas nasional dan internasional,” pungkas Okta.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya