Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Bisnis

Harga Minyak Dunia Terancam, Trump Peringatkan Produsen AS: Bor Sekarang!

SELASA, 24 JUNI 2025 | 10:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Situasi geopolitik di Timur Tengah yang makin memanas kembali memicu kekhawatiran di pasar minyak global.

Pada Senin, 23 Juni 2025, Presiden AS Donald Trump menyerukan agar semua pihak menjaga harga minyak tetap rendah.

"Semua orang, jaga harga minyak tetap rendah. Saya mengawasi!" tulis Trump di media sosial Truth Social, dikutip dari The Guardian.


"Kalian sedang bermain sesuai keinginan musuh. Jangan lakukan itu!" ujarnya.

Pernyataan Trump muncul setelah AS menyerang fasilitas nuklir utama Iran akhir pekan lalu, memicu kekhawatiran bahwa Iran bisa membalas dengan menyerang jalur pasokan energi penting di Timur Tengah, yang bisa memicu lonjakan harga minyak dunia.

Trump tidak menyebut siapa yang ia tuju secara spesifik, namun besar kemungkinan ia menyindir industri minyak dalam negeri AS. Beberapa perusahaan migas sebelumnya telah mengancam akan mengurangi produksi karena harga yang terus turun akibat kebijakan tarif dan peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+.

Dalam unggahan lanjutan, Trump menegaskan:

"Kepada Departemen Energi: Bor, Sayang, Bor! Dan maksud saya SEKARANG!!!"

Namun, perlu dicatat bahwa produksi minyak di AS ditentukan oleh perusahaan swasta berdasarkan kondisi pasar, bukan oleh pemerintah. Departemen Energi sendiri tidak melakukan pengeboran minyak secara langsung.

juru bicara Gedung Putih Harrison Fields mengklarifikasi pernyataan Trump.

"Seperti yang dikatakan Presiden, para produsen harus menjaga harga tetap rendah agar tidak menguntungkan pihak musuh," ujarnya.

Harga minyak pada hari Senin melonjak ke level tertinggi sejak Januari setelah Washington bergabung dengan Israel selama akhir pekan dalam menyerang fasilitas nuklir Iran.

Para analis juga telah memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak hingga 110 Dolar AS, per barel jika Selat Hormuz diblokir. Jalur ini disebut-sebut sebagai titik yang bisa memicu krisis energi apabila ditutup atau terganggu akibat konflik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya