Berita

Gurubesar Politik Islam Global FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin

Politik

Din Syamsuddin: Serangan AS ke Iran Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

SELASA, 24 JUNI 2025 | 08:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran berpotensi memicu Perang Dunia ketiga. 

Hal itu disampaikan Gurubesar Politik Islam Global FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa 24 Juni 2025. 

Menurut Din, AS tidak akan mudah menaklukkan Iran yang memiliki persenjataan canggih, termasuk rudal balistik. Karena itu, Negeri Paman Sam kemungkinan akan meminta bantuan dari sekutu-sekutunya seperti Inggris, Prancis, dan beberapa negara Arab. 


Sementara di sisi lain, Iran juga tidak sendiri. Negara-negara yang bersimpati terhadap Iran dan menolak arogansi AS seperti Rusia, China, dan Pakistan diprediksi akan turut mendukung Teheran.

"Inilah awal malapetaka dunia baru," ujarnya.

Terkait posisi Dunia Islam, khususnya negara-negara Arab, Din memperkirakan mereka akan bersimpati terhadap Iran sebagai sesama negara Muslim. Bahkan, menurutnya, ada kemungkinan besar negara-negara Arab akan memilih sikap netral, atau mendukung Iran.

“Pernyataan Raja Salman, seperti disiarkan media, bahwa jika Iran diserang Amerika Serikat maka Saudi Arabia akan bersimpati kepada Iran sebagai sesama negara Muslim. Jika sikap ini benar maka besar kemungkinan negara-negara Arab akan mendukung Iran,” ucapnya.

Din juga mengingatkan bahwa jika konflik meluas dan memicu Perang Dunia ketiga yang episentrumnya berada di Timur Tengah, negara-negara Arab akan menjadi pihak yang paling terdampak. Salah satunya adalah potensi terganggunya jalur perdagangan minyak melalui Selat Hormuz yang bisa menyebabkan lonjakan harga minyak dan berujung pada resesi global.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menilai bahwa Dunia Islam harus bersatu menghadapi situasi ini. Ia menyerukan agar umat Islam mengedepankan keadilan demi tercapainya perdamaian sejati.

“Eskalasi di Timur Tengah sebagai akibat serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran tidak terlepas dari masalah Palestina. Israel yang kewalahan menguasai Palestina khususnya Gaza, maka dukungan Iran terhadap Hamas dan juga kelompok Houthi di Yaman dijadikan sebagai alasan untuk menyerang Iran,” paparna.

Menurut Din, tindakan tersebut adalah kalkulasi yang keliru. Ia menyebut serangan Israel terhadap Iran sebagai tindakan menggali kubur sendiri, sementara dukungan AS kepada Israel bukanlah langkah strategis.

“Selain tidak memiliki alasan moral yaitu untuk menghancurkan instalasi nuklir Iran (hal serupa dilakukan AS terhadap Irak pada masa Saddam Husein padahal tidak ditemukannya senjata pemusnah massal), juga Amerika Serikat tidak memperhitungkan reaksi global termasuk dari rakyatnya sendiri yang mengecam perilaku Presiden Donald Trump,” jelas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Din menegaskan, Dunia Islam harus mengesampingkan perbedaan mazhab dan aliran teologis, khususnya antara Sunni dan Syiah, untuk menghadapi potensi perang besar. Sebab, menurutnya, pihak luar seperti AS kerap memprovokasi konflik internal melalui proxy war.

Kini, kata Din, AS bahkan sudah terlibat langsung dalam konflik dengan mengerahkan kapal induk dan senjata ke Timur Tengah.

“Saatnya keadilan ditegakkan. Tiada perdamaian tanpa keadilan, tiada keadilan tanpa kebenaran,” pungkas Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya