Berita

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto/Ist

Publika

Presiden Prabowo: Ekonomi Digital, Kesejahteraan, dan Koperasi Desa

SENIN, 23 JUNI 2025 | 16:17 WIB | OLEH: DR. FERRY JULIANTONO

INDONESIA Ekonomi Digital Forum adalah momentum untuk mengingatkan bahwa kemajuan digital ibarat pisau bermata dua.

Teknologi digital sebagai instrumen pencerahan, bagian dari membangun penguatan solidaritas kemanusian dan keadilan, instrumen percepatan kemajuan ekonomi yang berkeadilan, termasuk jalan lahirnya fairtrade.

Digitalisasi menjadi instrumen penting bagi tata ekonomi dunia baru yang berkeadilan.


Pada saat bersamaan, teknologi digital acapkali digunakan sebagai instrumen dominasi dan monopoli dalam ekonomi.

Teknologi digital menjadi jalan bagi beroperasinya kejahatan ekstrem, termasuk dalam bidang ekonomi, seperti rekayasa keuangan, investasi, perdagangan manusia, dan narkotika. Kejahatan yang beroperasi lintas negara.

Saya berharap, saya berkomitmen mendukung dan memperjuangkan digitalisasi ekonomi Indonesia menjadi bagian enlightenment, jalan lahirnya kesejahteraan dan keadilan ekonomi, khususnya bagi rakyat Indonesia.

Atas dasar perspektif tersebut, saat ini saya sebagai Ketua Satgas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sedang berjuang bersama 13 Kementerian dan 5 Badan merintis digitalisasi ekonomi berkeadilan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berbasis data presisi.

Data presisi direproduksi dengan teknologi digital yang merupakan temuan dari perguruan tinggi Indonesia, dalam hal ini adalah IPB University.

Data presisi memastikan kebijakan ekonomi Indonesia berbasis pada data dasar, berupa data digital yang akurat, aktual, dan relevan. Data digital yang mengintegrasikan data spasial dan sosial mampu menggambarkan kondisi dan kebutuhan riil rakyat, serta potensi dari setiap desa/kelurahan di seluruh pelosok Tanah Air.

Data presisi adalah data digital yang penting bagi keberlangsungan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sebagai komitmen nyata presiden menjalankan demokrasi ekonomi Pancasila.

Demokrasi ekonomi Pancasila tersebut salah satu peletak pondasinya adalah kakek Presiden Prabowo, yaitu Margono Djojohadikusumo. Beliau juga adalah pelopor sistem ekonomi, khususnya keuangan inklusif, yang membuka akses rakyat pada perbankan dan kredit usaha. 

Bagi Margono Djojohadikusumo, ekonomi Pancasila hanya akan terwujud jika rakyat menjadi subjek ekonomi. Praktiknya adalah koperasi yang harus dibangun di setiap desa.

Koperasi yang mengintegrasikan usaha rakyat dengan korporasi negara maupun swasta. Koperasi desa yang memberi ruang bukan hanya pada masyarakat desa, namun juga pada rakyat yang bergerak pada usaha swasta untuk memberi andil positif bagi kepentingan nasional.

Spirit tersebut saya yakin ada pada Presiden Prabowo Subianto pada saat menerbitkan Keppres dan Impres terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

Presiden Prabowo dalam perbincangan secara langsung dengan saya pribadi, memiliki pandangan serius untuk memperbaiki data dasar Indonesia di era digital.

Data yang juga sangat penting bagi terwujudnya koperasi desa yang diletakkan pondasinya oleh Margono Djojohadikusumo

Saya berharap Indonesia Digital Economy Forum menjadi arena konsolidasi nasional untuk berurun rembug memberikan sumbangsih langkah yang terencana dan terukur dalam memaknai ekonomi digital, yang sejalan dengan gagasan dan instruksi Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun ekonomi Indonesia di era digital untuk melahirkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat, termasuk penguatan dunia usaha nasional.

Wakil Menteri Koperasi RI; Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya