Berita

Salah satu fasilitas nuklir Iran sebelum diserang Amerika Serikat/Net

Politik

Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Tekanan Geopolitik dan Lonjakan Harga Migas

SENIN, 23 JUNI 2025 | 11:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah Indonesia diharapkan siap dan siaga dalam mengantisipasi kemungkinan skenario terburuk sebagai akibat dari konflik antara Israel dan Iran. Apalagi, kini Amerika Serikat sudah ikut campur dalam konflik tersebut.

"Pemerintah Indonesia harus tetap menjaga kemandirian posisi politik luar negeri dan mengantisipasi kemungkinan dampak ekonomi seperti lonjakan harga energi dan tekanan geopolitik terhadap kawasan Asia Tenggara," kata anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, kepada wartawan, Senin, 23 Juni 2025.

Ia juga meminta pemerintah fokus mengevakuasi WNI dari dua negara tersebut dan menyuarakan perdamaian di forum-forum internasional.


"Kami mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada evakuasi WNI, tetapi juga memainkan peran aktif dalam forum-forum internasional seperti OKI, ASEAN, dan G20, untuk mendorong gencatan senjata dan menghindari meluasnya konflik," tuturnya.

Menurut Abraham, konflik ini tidak hanya menjadi ancaman regional di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakstabilan global, baik secara politik, ekonomi, maupun kemanusiaan.

Di sisi lain, langkah yang diambil Indonesia untuk mengevakuasi seluruh WNI dari dua negara tersebut diapresiasi oleh Abraham.

"Pemerintah Indonesia telah bertindak cepat dengan menetapkan status siaga satu bagi WNI di Iran dan Israel, serta mulai melakukan evakuasi melalui jalur darat dan negara ketiga," ucapnya.

Legislator dari Fraksi Golkar ini berpendapat, Indonesia memegang teguh prinsip bebas aktif dan konsisten mendukung penyelesaian damai melalui jalur diplomasi, hukum internasional, dan dialog multilateral.

"Indonesia tidak berpihak kepada blok militer manapun, tetapi selalu berpihak pada perdamaian dan kemanusiaan," demikian Abraham Sridjaja.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya