Berita

Warga dan anggota pertahanan sipil memeriksa kerusakan setelah ledakan mengguncang gereja Mar Elias menurut para saksi mata, di lingkungan Dweila, Damaskus, Suriah, 22 Juni 2025/Net

Dunia

Bom Bunuh Diri Guncang Gereja Damaskus, Tewaskan 20 Orang

SENIN, 23 JUNI 2025 | 09:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sedikitnya 20 orang tewas dan 52 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri yang mengguncang Gereja Mar Elias di lingkungan Dweila, Damaskus, pada Minggu waktu setempat, 22 Juni 2025. 

Serangan mematikan ini menjadi yang pertama kalinya sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember lalu.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Suriah, pelaku adalah anggota kelompok ekstremis ISIS yang memasuki gereja Ortodoks Yunani tersebut dengan melepaskan tembakan sebelum meledakkan rompi peledaknya. 


"Pelaku adalah militan ISIS yang menargetkan umat saat kebaktian berlangsung," demikian bunyi pernyataan kementerian, seperti dimuat Reuters.

Seorang sumber keamanan yang tidak bersedia disebutkan namanya menyebutkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh dua orang, dengan satu pelaku meledakkan diri dan satu lainnya diduga membantu dalam eksekusi. 

"Ini adalah serangan pertama ISIS terhadap gereja di Damaskus yang berhasil sejak rezim Assad tumbang," ujarnya.

Rekaman langsung dari lokasi oleh tim pertahanan sipil White Helmets memperlihatkan kondisi mengerikan di dalam gereja dengan darah menggenang di lantai, bangku-bangku hancur, dan puing-puing batu bata berserakan di mana-mana.

Kementerian Kesehatan Suriah melalui kantor berita pemerintah melaporkan bahwa sebagian besar korban luka kini dirawat intensif di rumah sakit-rumah sakit sekitar Damaskus.

Presiden transisi Suriah, Ahmed al-Sharaa, yang memimpin pemerintahan setelah kejatuhan Assad, menyatakan belasungkawa mendalam dan mengecam serangan tersebut. 

Dalam beberapa bulan terakhir, al-Sharaa telah berjanji untuk melindungi komunitas minoritas. Serangan ini menjadi ujian besar bagi janjinya itu.

Dunia internasional pun turut bereaksi. Kementerian Luar Negeri Yunani mengeluarkan pernyataan keras mengutuk bom bunuh di Gereja Ortodoks Yunani Mar Elias di Damaskus, Suriah. 

"Kami menuntut agar otoritas transisi Suriah mengambil tindakan segera untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dan menjamin keselamatan komunitas Kristen dan semua kelompok agama," tegas pernyataan tersebut. 

ISIS diketahui memiliki sejarah panjang menargetkan minoritas agama di Suriah, termasuk serangan bom besar terhadap peziarah Syiah di Sayeda Zainab pada 2016, yang menewaskan puluhan orang.

Serangan Minggu ini kembali menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi Suriah dalam masa transisi, serta ancaman yang masih mengintai dari kelompok ekstremis seperti ISIS yang terus mengeksploitasi kekosongan kekuasaan dan lemahnya pengawasan wilayah.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya