Berita

Sosialisasi Inpres No 3 tahun 2025 oleh Kementerian Pertanian di Purwokerto/Istimewa

Nusantara

Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025 Bantu Penyuluh Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan

MINGGU, 22 JUNI 2025 | 20:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), menggelar Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluhan Pertanian guna mempercepat swasembada pangan. Sosialisasi kali ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu 21 Juni 2025.

Kegiatan ini menghadirkan 200 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas, serta dihadiri oleh Ketua Perhiptani Provinsi Jawa Tengah.

Terkait peran penyuluh pertanian ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan kerapmenegaskan bahwa seluruh ASN penyuluh pertanian yang sebelumnya berada di bawah Pemerintah Daerah harus dialihkan ke Kementan dalam waktu satu tahun sejak Inpres terbit. Hal ini bertujuan memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas layanan penyuluhan di lapangan. 


"Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan, jika ingin sukses swasembada, maka penyuluh harus diperkuat, diberdayakan, dan dikawal dengan baik,” tegas Mentan Amran.

Sementara, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti menekankan, bahwa penyuluh pertanian memegang peran vital dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Santi menegaskan pentingnya penyamaan komitmen dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai tujuan tersebut. 

"Penyuluh harus bergerak dalam satu irama dan satu komando guna mempercepat pencapaian swasembada pangan", tegas Santi, melalui keterangannya, Minggu 22 Juni 2025.

Kegiatan ini sendiri menghadirkan narasumber yaitu Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Tedy Dirhamsyah; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santosa; dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Sudirman, Sakhidin.

Kapusluhtan, Tedy Dirhamsyah menyampaikan, setelah terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2025, maka penyuluh pertanian harus melakukan optimalisasi dalam pendampingan program prioritas Kementan. Di antaranya melalui Luas Tambah Tanam Reguler, OPLAH, Cetak Sawah Rakyat, Luas Tanam Padi di Lahan Kering, Brigade Pangan, dan Koperasi Desa Merah Putih.

Tedy menambahkan, pengalihan penyuluh pertanian ini bersifat mandatori. Sehingga seluruh penyuluh pertanian wajib beralih ke Pusat. Untuk ke depannya, proses penetapan penyuluh ASN menjadi jabatan fungsional tertutup dan hanya ada di Kementerian Pertanian.

"Kepada seluruh Bupati dan Walikota, sudah diinstruksikan agar menjaga dan menjamin fungsi, pemanfaatan, dan pemeliharaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), hal ini berarti BPP tidak boleh dialihfungsikan. Ini merupakan aset dari kegiatan BPP untuk penyuluh pertanian," tambah Tedy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santosa, memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang hadir pada acara sosialisasi ini. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para penyuluh dapat informasi yang lebih jelas tentang pengalihan penyuluh pertanian ke pusat dan segera adanya kejelasan soal pengalihan penyuluh pertanian secara resmi ke Kementan.

Sakhidin juga menyampaikan hal senada, bahwa sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman yang sama kepada semua pihak terkait mengenai pengalihan status penyuluh pertanian dari pemerintah daerah ke Kementan, sesuai dengan ketentuan Inpres Nomor 3 Tahun 2025 sehingga penyuluh pertanian dapat berdaya saing.

Sakhidin menginformasikan bahwa Universitas Jenderal Sudirman memiliki program Pasca-Sarjana untuk pertanian, sehingga para penyuluh pertanian yang ingin melanjutkan sekolah bisa mendaftar.

Terakhir, Tedy memotivasi para penyuluh pertanian agar selalu tidak putus asa dalam menjalankan penyuluhan ke wilayah binaannya masing-masing. Dirinya mencontohkan filosofi dari beberapa tokoh, seperti Thomas Alfa Edison yang beberapa kali gagal dalam menciptakan bola lampu.

"Selain juga kisah sukses petani milenial lulusan UGM yang meraup untung Rp70 juta rupiah dalam sekali petik komoditas cabe," tutup Tedy. 

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya