Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Politik

Dunia Butuh Kepemimpinan Baru yang Waras

MINGGU, 22 JUNI 2025 | 12:06 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menuturkan perang yang terjadi antara Iran dan Israel bukan hanya perang militer semata.

"Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar pertikaian militer, tapi pertarungan antara dua model kepemimpinan global," ujar Achmad Nur Hidayat kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 22 Juni 2025.

Pertarungan dua model kepemimpinan yang dimaksud yakni agresi yang dibenarkan dengan kebohongan. Di sisi lain, perlawanan untuk mempertahankan kedaulatan.


"Jika dunia membiarkan AS dan Israel menggulingkan rezim mana pun yang mereka anggap ‘ancaman’, maka ke depan tak ada negara yang aman dari intervensi," jelasnya.

Ia menegaskan dunia perlu menolak keras narasi perang untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.

"Inilah saatnya bagi dunia, terutama Global South, untuk menolak narasi kekuatan yang dibungkus dalam logika perang," ucapnya.

"Dunia tidak butuh lebih banyak bom. Dunia butuh lebih banyak akal sehat," sambung dia.

Menurutnya, serangan udara yang dilakukan Israel mungkin dijual sebagai ‘momen heroik’ oleh Trump di media sosialnya. Tapi di mata sejarah, ini adalah momen destruktif yang bisa menyeret dunia ke dalam dekade ketidakstabilan.

"Bila dunia tidak menghentikan arus ini sekarang, kita sedang melangkah ke zaman baru yang lebih gelap, di mana setiap perdamaian dibayar dengan perang, dan setiap kebenaran dikalahkan oleh propaganda," tutupnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya