Berita

Ilustrasi/Net

Global

Iran Tangkap Sembilan Mata-mata Mossad Israel di Bushehr

MINGGU, 22 JUNI 2025 | 11:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran menangkap sembilan orang yang diduga menjadi agen mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad, di provinsi barat daya Bushehr. 

Penangkapan ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Israel setelai serangan udara besar-besaran yang diluncurkan Tel Aviv awal bulan ini.

Mengutip laporan kantor berita Tasnim pada Minggu, 22 Juni 2025, para tersangka dituduh terlibat dalam kegiatan provokatif dan subversif, termasuk menyebarkan keresahan publik dan mengganggu moral masyarakat Iran.


Kepala keamanan provinsi Bushehr, Heydar Sousani mengonfirmasi penangkapan tersebut dan menyebut adanya bukti keterlibatan para tersangka dengan jaringan Mossad.

“Setelah penyelidikan menyeluruh, para tersangka ditemukan mendukung Israel dengan mencoba mengganggu ketertiban umum dan menargetkan moral masyarakat,” ujar Sousani. 

Bushehr sendiri merupakan wilayah strategis bagi Iran karena menjadi lokasi reaktor nuklir utama negara itu yang diawasi ketat oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Penangkapan ini terjadi di tengah situasi yang semakin genting. Sejak Israel meluncurkan serangan udara pada 13 Juni, konflik telah meningkat tajam, dengan kedua pihak saling membalas lewat serangan udara dan rudal.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 430 korban jiwa dan lebih dari 3.500 luka-luka akibat serangan Israel. Sementara itu, Israel mengklaim sedikitnya 25 warganya tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal balasan dari Iran.

Penangkapan tersangka mata-mata Mossad ini juga memperlihatkan kekhawatiran keamanan internal Iran yang meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Iran menuduh Israel dan sekutunya mencoba memecah stabilitas domestik melalui infiltrasi intelijen dan operasi rahasia.

New York Times sebelumnya melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah berlindung di bunker bawah tanah dan menunjuk tiga calon pengganti, mengantisipasi kemungkinan pembunuhan atau serangan lebih lanjut terhadap para pemimpin Iran.

Selain itu, Kementerian Intelijen Iran telah mengeluarkan perintah kepada para pejabat senior dan militer untuk tidak menggunakan komunikasi digital dan tetap berada di lokasi-lokasi perlindungan untuk menghindari pembunuhan terarah atau penyadapan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya