Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Indonesia Masuk dalam Pusaran Ketidakpastian Global

SABTU, 21 JUNI 2025 | 11:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ketegangan geopolitik yang terus meningkat di Timur Tengah, terutama antara Israel dan Iran dan potensi keterlibatan Amerika Serikat (AS) kembali mengguncang pasar global. 

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai ekonomi dunia menunjukkan gejolak baru yang menuntut kesiagaan dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Indonesia tengah berada dalam pusaran ketidakpastian global yang kompleks,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu 21 Juni 2025.


Menurutnya, perubahan struktural dalam ekonomi dunia menuntut Indonesia untuk memiliki ketahanan domestik yang kuat, dengan respons kebijakan yang adaptif serta koordinasi yang solid antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor riil.

“Indonesia tak bisa mengendalikan arah angin global, tapi Indonesia bisa memperkuat layar ekonomi nasional agar tetap melaju ke tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Indonesia tidak bisa memandang gejolak ini dari kejauhan,”tambahnya.

Ibrahim mengingatkan bahwa tekanan fiskal dan moneter yang terjadi di negara-negara maju akan menimbulkan efek rambatan (spillover) bagi negara berkembang seperti Indonesia. 

Dampaknya akan terlihat dari pelemahan nilai tukar rupiah, potensi keluarnya arus modal asing, hingga meningkatnya beban bunga utang luar negeri.

Terbaru sejak perang Iran-Israel meletus, aliran modal asing tercatat telah keluar dari Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), capital outflow telah keluar Rp2,04 triliun selama sepekan ini. 

“Nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp2,04 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp1,78 triliun di pasar saham, Rp3,72 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan beli neto Rp3,47 di pasar SBN,”kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya.

Sementara itu berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan juga ikut merosot 3,61 persen dan ditutup pada level 6.907 dari 7.166 pada pekan lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya