Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jika Dukung Israel, Trump Targetkan Fasilitas Uranium Iran di Fordo yang hanya Bisa Hancur oleh Bom Bunker AS

SABTU, 21 JUNI 2025 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Usaha Eropa untuk mendorong perdamaian antara Iran dan Israel belum membuahkan hasil. Kedua negara tetap melanjutkan serangan satu sama lain, meskipun telah dilakukan pertemuan diplomatik.

Pada Jumat, 20 Juni 2025, perwakilan negara-negara Barat dan Iran bertemu langsung di Jenewa, Swiss. Pertemuan tersebut berlangsung selama empat jam namun berakhir tanpa kemajuan berarti atau kesepakatan baru.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menunda selama dua minggu keputusan apakah Amerika Serikat akan ikut serta dalam dukungannya terhadap Israel. Bila AS memutuskan ikut terlibat, target utamanya kemungkinan adalah fasilitas pengayaan uranium bawah tanah milik Iran di Fordo, yang disebut-sebut hanya bisa dihancurkan oleh bom penghancur bunker milik AS.


Namun dengan atau tanpa dukungan AS, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan militer Israel terhadap Iran akan terus berlanjut "selama diperlukan." Ia menyebut program nuklir dan rudal balistik Iran sebagai ancaman besar bagi kelangsungan hidup negaranya.

Pernyataan itu juga didukung oleh Jenderal tertinggi militer Israel, yang mengatakan bahwa pasukan Israel siap menghadapi konflik jangka panjang.

Di tengah situasi ini, Eropa menyatakan harapannya agar perundingan bisa dilanjutkan di masa depan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mengatakan Iran tetap terbuka untuk dialog. Namun ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan mau berunding dengan Amerika Serikat selama Israel masih melakukan serangan.

"Iran siap mempertimbangkan jalur diplomatik jika serangan dihentikan, dan pihak yang menyerang bertanggung jawab atas kejahatannya," ujar Araghchi, dikutip dari Associated Press.

Hingga kini, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran pembicaraan berikutnya.

Iran sebelumnya setuju untuk membatasi pengayaan uraniumnya dan mengizinkan inspektur internasional mengakses situs nuklirnya berdasarkan kesepakatan tahun 2015 dengan AS, Prancis, China, Rusia, Inggris, dan Jerman sebagai imbalan atas keringanan sanksi. 

Namun, setelah Trump menarik AS secara sepihak dari kesepakatan tersebut selama masa jabatan pertamanya, Iran mulai memperkaya uranium hingga 60 persen dan membatasi akses ke fasilitas nuklirnya.

Perang antara Israel dan Iran meletus pada 13 Juni, dengan serangan udara Israel yang menargetkan situs nuklir dan militer, jenderal-jenderal tinggi, dan ilmuwan nuklir. Setidaknya 657 orang, termasuk 263 warga sipil, telah tewas di Iran dan lebih dari 2000 orang terluka, menurut kelompok hak asasi manusia Iran yang berkantor pusat di Washington.

Iran telah membalas dengan menembakkan 450 rudal dan 1000 pesawat nirawak ke Israel, menurut perkiraan militer Israel. Sebagian besar telah ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara bertingkat Israel, tetapi sedikitnya 24 orang di Israel telah tewas dan ratusan lainnya terluka.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya