Berita

Presiden AS, Donald Trump/Net

Dunia

Trump Buat Pernyataan Ambigu Soal Niatnya Serang Iran

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 15:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat dunia gelisah setelah menyampaikan pernyataan ambigu terkait potensi keterlibatan langsung militer AS dalam konflik bersenjata yang tengah berlangsung antara Israel dan Iran. 

Ketika perang memasuki hari ketujuh pada Kamis, 19 Juni 2025, serangan udara antara dua musuh bebuyutan itu terus meningkat sementara sorotan internasional kini beralih ke Washington.

Berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih, Trump melontarkan pernyataan ambigu dan menolak mengonfirmasi apakah AS akan bergabung dalam kampanye pengeboman terhadap fasilitas nuklir dan rudal Iran.


“Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya. Maksud saya, tidak seorang pun tahu apa yang akan saya lakukan,” ujar Trump, membuat ketidakpastian global semakin membesar, seperti dimuat Reuters. 

Dalam pernyataan selanjutnya, Trump menyebut ada permintaan dari pejabat Iran untuk menggelar pertemuan di Washington.

“Kita mungkin melakukannya,” ucapnya, namun menambahkan, bahwa sudah agak terlambat untuk pembicaraan semacam itu.

Trump mengindikasikan bahwa hanya AS yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Fordow milik Iran, yang terletak jauh di bawah tanah.

“Kami satu-satunya yang memiliki kemampuan untuk melakukannya. Namun, itu tidak berarti saya akan melakukannya sama sekali,” tambahnya.

Menurut The Wall Street Journal, Trump secara pribadi telah menyetujui rencana serangan militer terhadap Iran, namun menunda perintah akhir untuk melihat apakah Teheran bersedia menghentikan program nuklirnya. 

Sementara itu, Bloomberg News melaporkan bahwa pejabat senior AS tengah mempersiapkan kemungkinan serangan dalam beberapa hari mendatang, meski situasi terus berubah dan belum pasti.

Analis menilai bahwa penghancuran Fordow yang terkubur 300 kaki di bawah permukaan batu pegunungan dekat Qom hanya dapat dilakukan dengan GBU-57, bom penghancur bunker seberat 13,6 ton milik AS. Bom tersebut hanya dapat dibawa oleh pesawat pengebom siluman B-2 Amerika.

“Stok rudal, peluncur, pangkalan militer, fasilitas produksi, ilmuwan nuklir, komando dan kendali militer rezim tersebut telah mengalami pukulan yang sangat keras,” kata Behnam Ben Taleblu, analis di Foundation for Defence of Democracies (FDD).

“Namun, masih ada pertanyaan besar mengenai seberapa mujarab serangan Israel terhadap jantung program nuklir Iran,” tambahnya.

Meski demikian, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan tidak ada kerusakan pada Fordow sejauh ini.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya