Berita

Anggota Komisi I DPR RI F-PAN Okta Kumala Dewi/Ist

Politik

Lewat Kunjungan ke Rusia

Prabowo Pertegas Posisi RI yang Aktif Promosikan Perdamaian

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 13:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah diplomatik Presiden Prabowo Subianto yang melakukan kunjungan resmi ke Rusia dan bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Constantine, Saint Petersburg, diapresiasi Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi.

Menurut Okta, kunjungan ini dinilai sebagai bukti nyata dari kepemimpinan aktif Presiden Prabowo dalam menjadikan Indonesia sebagai aktor penting dalam percaturan dunia internasional.

“Di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya ketegangan antarnegara besar, beliau hadir tidak hanya untuk memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama global,” kata Okta kepada wartawan, Kamis 19 Juni 2025.


Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin bukan sekadar simbolik, tetapi strategis dalam membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Indonesia dan Rusia, sebagai dua negara yang sama-sama menganut prinsip kedaulatan dan non-intervensi, memiliki banyak potensi untuk menjalin kerja sama yang lebih erat, baik dalam bidang ekonomi, pertahanan, energi, teknologi, maupun pendidikan.

"Kemitraan dengan Rusia penting bukan hanya untuk mendorong investasi dan ekspor, tapi juga dalam menciptakan langkah-langkah strategis di tengah dunia yang penuh kompetisi geopolitik dan ancaman terhadap stabilitas kawasan,” kata Okta.

Okta juga melihat bahwa dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri strategis, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan.

Kehadiran Menko Pangan, menurut Okta, menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mendorong kerja sama konkret di sektor ketahanan pangan.

“Ini akan sangat mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita yang menempatkan ketahanan dan swasembada pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional,” tegas Okta.

Okta juga meyakini bahwa hasil kunjungan ini akan memberikan dampak positif konkret bagi Indonesia, baik dalam memperkuat posisi diplomatik, meningkatkan kerja sama ekonomi, maupun memperluas peluang pembangunan nasional.

“Kami di DPR RI berharap hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan program nyata yang berdampak positif bagi Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan regional dan global. Kepemimpinan Presiden Prabowo membuka harapan baru bagi diplomasi Indonesia yang proaktif dan berimbang,” demikian Okta.

Diberitakan RMOL sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah tiba di Bandara Internasional Pulkovo, St. Petersburg, Federasi Rusia, pada Rabu 18 Juni 2025, sekitar pukul 17.50 waktu setempat.

Mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono, Presiden RI akan menjalani sejumlah agenda, salah satunya bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Constantine atau Konstantinovsky pada Kamis, 19 Juni 2025.

“Besok direncanakan akan melaksanakan kunjungan kepada Presiden Vladimir Putin,” ujar Menlu Sugiono.

Sebelum pertemuan bilateral dengan Putin, Prabowo disebut akan memulai agenda dengan melakukan peletakan karangan bunga di makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan. Agenda kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dan diakhiri dengan jamuan makan siang.

Terkait topik yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral, Menlu RI memastikan bahwa pembahasan tidak hanya menyangkut isu bilateral. Pertemuan kedua kepala negara juga akan mencakup isu-isu regional dan global.

“Saya yakin kedua pemimpin juga akan berbicara mengenai masalah-masalah baik itu regional maupun global,” tuturnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya