Berita

Danlanal) Mataram Kolonel Marinir A. Hady Alhasny menggelar konferensi pers soal penangkapan nelayan BBL ilegal di perairan NTB/Ist

Pertahanan

TNI AL Tangkap 19 Nelayan BBL Ilegal di Perairan NTB

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 03:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram bersama-sama dengan stakeholder terkait berhasil menangkap nelayan Benih Bening Lobster (BBL) ilegal yang berjumlah 19 orang asal Lampung dan 2 orang pengepul di Wilayah Perairan Liang Bagek, Desa Emang Lestari, Kec. Lunyuk, Kab. Sumbawa, Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Mataram Kolonel Marinir A. Hady Alhasny menerangkan bahwa kejadian bermula dari laporan masyarakat kepada Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) NTB dan Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Mataram tentang adanya aktivitas ilegal Nelayan BBL asal Lampung di perairan Dusun Liang Bagek.

Sebagai tindak lanjut, Danlanal Mataram memerintahkan Tim SFQR Lanal Mataram melaksanakan operasi gabungan dengan PSDKP Prov. NTB di Wilayah Perairan yang dicurigai. 


Selanjutnya, Tim Gabungan SFQR Lanal Mataram melaksanakan briefing di Masjid Dusun Kalbir sebelum berangkat untuk melaksanakan pengintaian di Perairan Liang Bagek.

Tak lama kemudian, Tim Gabungan melihat adanya aktivitas nelayan yang dicurigai sebagai nelayan BBL yang hendak melaksanakan pembongkaran hasil tangkapan BBL. 

Tim Gabungan mengutus satu orang untuk memastikan aktivitas tersebut. Setelah mengkonfirmasi bahwa itu adalah nelayan BBL, Tim Gabungan segera bergerak untuk melaksanakan pemeriksaan dan penindakan.

Ketika Tim Gabungan SFQR Lanal Mataram melaksanakan penyergapan di tengah laut, salah satu nelayan terlihat menumpahkan salah satu styrofoam yang diduga berisi BBL ke laut untuk menghilangkan barang bukti. 

Tim Gabungan juga memberikan tembakan peringatan agar para nelayan menghentikan semua aktivitas. Selanjutnya, Tim Gabungan mengamankan tersangka dan barang bukti ke Mako Lanal Mataram untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 unit kendaraan Toyota Innova warna hitam dengan nopol B1572 BYN, BBL sejumlah 51.223 ekor, motor tempel 15 PK, 12 unit tanki bahan bakar, 15 unit handphone, 2 karung jaring dan lampu longline, serta 2 bilah sangkur. 

Sementara itu, 10 unit sampan yang digunakan oleh terduga pelaku telah dititipkan kepada Ketua RW Dusun Liang Bagek dengan disaksikan oleh warga setempat. Adapun kerugian negara yang berhasil diselamatkan yaitu senilai Rp. 5.019.854.000. (Lima Miliar Sembilan Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Empat Ribu Rupiah)

Kegiatan penyelundupan BBL tidak hanya melanggar hukum tetapi juga merugikan ekosistem laut dan ekonomi nelayan lokal. BBL seharusnya menjadi peluang ekonomi melalui pembudidayaan dalam negeri, tidak untuk diekspor dan dieksploitasi secara ilegal. 

Untuk itu, para pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Lanal Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.  

Danlanal Mataram beserta Plh. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Prov. NTB, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Prov. NTB dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Prov. NTB melepasliarkan seluruh BBL di Perairan Aruna Senggigi, Kab. Lombok Barat.

Larangan ekspor BBL secara ilegal sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan dan melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 UU RI Nomor 31 Tahun 2024 tentang Perikanan.

TNI AL berkomitmen untuk terus menjaga kedaulatan dan kekayaan laut Indonesia dari segala bentuk pelanggaran hukum serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama melindungi sumber daya laut demi keberlanjutan ekonomi bangsa yang selaras dengan Asta Cita Presiden.

Selain itu, sebagai wujud Implementasi dari Perintah Harian  Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan  kepada jajaran TNI AL untuk terus meningkatkan kegiatan patroli serta Gakkumla di Wilayah Perairan dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia dalam upaya mencegah Illegal Activity yang merugikan negara.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya