Berita

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha/Net

Dunia

Kemlu Siap Evakuasi 580 WNI dari Iran dan Israel Jika Konflik Memanas

RABU, 18 JUNI 2025 | 18:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan penuh untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dan Israel apabila situasi konflik semakin tidak terkendali.

Tercatat, total sebanyak 580 WNI berada di wilayah konflik tersebut dan menjadi perhatian utama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

“Dapat kami sampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Teheran, KBRI Amman, dan juga perwakilan RI yang ada di Timur Tengah terus memantau dari dekat situasi konflik antara Iran dan Israel,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dalam konferensi pers pada Rabu, 18 Juni 2025.


Menurut data terakhir yang dihimpun Kemlu, sebanyak 386 WNI berada di Iran,  mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa di Kota Qom. Sementara itu, 194 WNI berada di Israel, sebagian besar merupakan peserta program magang pendidikan di wilayah selatan, tepatnya di Kota Arafat.

Judha menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban langsung akibat konflik bersenjata di kawasan tersebut. Namun, beberapa WNI sempat mengalami keterlambatan kepulangan karena penutupan wilayah udara.

“Untuk WNI yang melakukan perjalanan singkat, beberapa mengalami stranded karena wilayah udaranya yang tertutup dan kemudian mengganggu jalur penerbangan,” jelasnya.

Contohnya, 42 WNI peziarah di Yerusalem semula dijadwalkan pulang melalui Bandara Ben Gurion. Namun karena penutupan bandara, KBRI Amman membantu evakuasi mereka melalui jalur darat ke Yordania sebelum kembali ke Indonesia. 

Selain itu, rua peziarah WNI di Kota Qom juga dievakuasi melalui jalur darat ke Pakistan setelah Bandara Internasional Teheran tidak beroperasi.

Kemlu bersama KBRI telah menyiapkan rencana kontingensi sejak tahun lalu. 

“Rencana kontingensi sudah disusun oleh KBRI Teheran sejak tahun lalu. Status siaga dua juga sudah ditetapkan sejak saat itu, dan kita terus monitor kemungkinan terjadinya eskalasi lebih lanjut,” ungkap Judha.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Kemlu dan KBRI Teheran telah menggelar town hall meeting secara virtual dengan para WNI di Iran pada malam sebelumnya. Pertemuan itu dimaksudkan untuk memeriksa kondisi mereka dan menyampaikan prosedur evakuasi jika situasi memburuk.

“Jika terjadi eskalasi, status siaga bisa kami tingkatkan menjadi Siaga Satu, dan proses evakuasi akan segera dijalankan. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di dalam negeri juga telah dilakukan agar proses penerimaan di Indonesia berjalan lancar,” imbuhnya.

Sebagai langkah preventif, pemerintah kembali mengimbau seluruh WNI agar menunda perjalanan ke kawasan konflik. 

“Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, Israel, Syria, Lebanon, dan Yemen, kami menyarankan untuk menunda perjalanannya karena status siaga sudah diberlakukan oleh perwakilan RI di negara-negara tersebut,” tegas Judha.

Ia juga mengingatkan WNI untuk terus memantau informasi dari pemerintah dan perwakilan RI, serta menghindari aktivitas di luar rumah yang tidak esensial. Dalam situasi darurat, WNI diminta segera menghubungi hotline KBRI Teheran maupun KBRI Amman.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya