Berita

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha/RMOL

Dunia

Iran-Israel Memanas, Banyak WNI Terjebak Akibat Jalur Udara Tertutup

RABU, 18 JUNI 2025 | 14:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Memanasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel berdampak langsung pada mobilitas warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah. 

Sejumlah WNI dilaporkan sempat terjebak karena penutupan wilayah udara yang mengganggu jadwal penerbangan internasional di kawasan tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha, menyampaikan perkembangan terbaru dalam konferensi pers pada Rabu, 18 Juni 2025.


Ia menjelaskan bahwa Kemlu RI bersama Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran, Amman, dan sejumlah perwakilan RI lainnya di Timur Tengah terus memantau dari dekat situasi konflik yang terus berkembang antara Iran dan Israel.

Berdasarkan data terakhir, terdapat 386 WNI yang berada di Iran, mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Kota Qom. Sementara di Israel, tercatat ada 194 WNI yang sebagian besar adalah peserta magang pendidikan yang tinggal di Kota Arafat, bagian selatan negara tersebut.

“Hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam konflik Iran dan Israel,” tegas Judha.

Namun, situasi di lapangan tetap menantang. Beberapa WNI yang tengah melakukan perjalanan singkat mengalami kendala karena wilayah udara yang ditutup secara mendadak, sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.

“42 WNI peziarah yang ada di Yerusalem, awalnya mereka harus keluar Israel melalui Bandara Ben Gurion, namun karena tertutup, KBRI Amman membantu untuk memindahkan mereka melalui jalur darat menuju ke Jordania dan sudah kembali ke Indonesia kemarin,” jelas Judha.

Selain itu, delapan jemaah haji asal Indonesia yang berangkat dari Inggris juga sempat tertahan di Amman sebelum akhirnya berhasil kembali ke Inggris.

Situasi serupa juga dialami oleh dua WNI peziarah di Kota Qom, Iran. Awalnya, mereka dijadwalkan pulang melalui Bandara Internasional Teheran. Namun akibat penutupan, mereka akhirnya dievakuasi melalui jalur darat menuju Pakistan atas bantuan dari KBRI setempat.

"Atas bantuan dari KBRI mereka bisa keluar melalui jalan darat menuju ke Pakistan," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya