Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Masuki Hari Keenam Perang, Trump Desak Iran Menyerah Tanpa Syarat

RABU, 18 JUNI 2025 | 11:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat tajam seiring serangan udara yang terus dilancarkan kedua pihak di hari keenam perang pada Rabu, 18 Juni 2025.

Militer Israel melaporkan bahwa dua gelombang rudal diluncurkan dari Iran ke wilayahnya hanya dalam dua jam pertama Rabu pagi, dengan sejumlah ledakan terdengar di Tel Aviv. 

Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah target strategis Iran.


“Warga di barat daya Teheran diminta untuk mengungsi,” kata pernyataan militer Israel, yang menyebut langkah itu diperlukan untuk memungkinkan serangan terhadap instalasi militer Iran, seperti dimuat Reuters. 

Media pemerintah Iran menyebut beberapa lokasi penting menjadi sasaran, termasuk sebuah universitas yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran dan fasilitas rudal balistik Khojir di dekat Teheran yang juga pernah diserang pada Oktober tahun lalu.

Di lain pihak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendesak Iran untuk menyerah tanpa syarat di tengah kekhawatiran internasional akan eskalasi lebih luas.

Dalam unggahan di platform media Truth Social, Trump menyampaikan potensi terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Untuk itu ia meminta Teheran segera menyerah tanpa syarat dari Israel. 

“Kami tahu persis di mana yang disebut ‘Pemimpin Tertinggi’ bersembunyi. Kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya tidak untuk saat ini. Kesabaran kami menipis. Menyerah tanpa syarat," tulis Trump.

Komentar Trump yang ambigu dan keras menuai kekhawatiran global akan keterlibatan langsung AS dalam konflik. 

Meski beberapa pejabat AS mengonfirmasi bahwa pesawat tempur tambahan telah dikerahkan ke Timur Tengah, tidak ada kepastian mengenai tindakan militer langsung terhadap Iran.

Sumber intelijen AS mengungkapkan bahwa Iran telah memindahkan beberapa peluncur rudal balistiknya, namun belum jelas apakah sasaran mereka adalah pasukan AS atau Israel.

Konflik ini juga telah merenggut nyawa banyak pihak. Kementerian Kesehatan Iran melaporkan setidaknya 224 korban jiwa, sebagian besar dari kalangan sipil. Sementara itu, Israel mencatat 24 korban sipil. Evakuasi besar-besaran dilaporkan terjadi di sejumlah kota, termasuk Teheran dan Haifa.

Israel mengklaim telah menguasai wilayah udara Iran dan menyatakan niat untuk meningkatkan intensitas operasinya. Namun, kemampuan untuk menyerang situs nuklir dalam seperti fasilitas Fordow yang berada di bawah tanah diperkirakan akan sangat terbatas tanpa bantuan langsung dari militer AS.

Pernyataan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Selasa menyebut bahwa salah satu serangan Israel telah mengenai ruang pengayaan bawah tanah di fasilitas nuklir Natanz. Sebelumnya, dewan gubernur IAEA menyatakan Iran melanggar kewajiban nonproliferasi untuk pertama kalinya dalam dua dekade.

Iran tetap bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai, sementara Israel, yang secara luas diyakini memiliki senjata nuklir namun tidak pernah mengonfirmasi kepemilikannya, menegaskan tidak akan mundur sebelum pengayaan uranium Iran dihentikan.

“Israel tidak akan menghentikan operasi sampai ancaman nuklir Iran benar-benar dinetralisir,” ujar Netanyahu dalam konferensi pers terbaru.

Sementara itu, negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dalam pernyataan resminya pada Senin malam, 17 Juni 2025 mendukung penuh Israel dan menyebut Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan di Timur Tengah.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya