Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Konflik Israel-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Naik Hampir 5 Persen

RABU, 18 JUNI 2025 | 09:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak hampir 5 persen pada Selasa, 17 Juni 2025, didorong konflik antara Iran dan Israel masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda akan berakhir.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup di angka 76,45 Dolar AS per barel, naik 3,22 Dolar AS atau 4,4 persen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,07 Dolar AS atau 4,28 persen, menjadi 74,84 Dolar AS per barel.

Meskipun belum ada gangguan besar terhadap pasokan minyak global, Iran menghentikan sebagian produksi gas dari ladang South Pars yang dikelola bersama Qatar. Hal ini terjadi setelah serangan udara Israel menyebabkan kebakaran pada fasilitas tersebut pada Sabtu lalu. Israel juga menyerang depot minyak Shahran di Iran.


Analis energi Phil Flynn dari Price Futures Group mengatakan, konflik ini telah memunculkan kembali kekhawatiran geopolitik di pasar minyak. 

“Serangan udara terus berlangsung. Ini bukan kejadian satu kali, tapi bisa saja jadi konflik berkepanjangan seperti Rusia dan Ukraina,” ujarnya.

Insiden tabrakan dua kapal tanker di dekat Selat Hormuz juga menambah ketegangan. Selat ini adalah jalur penting pengiriman minyak dunia, dan saat ini mengalami gangguan sinyal elektronik karena konflik.

Namun analis dari Saxo Bank, Ole Hansen, menilai kemungkinan jalur ini benar-benar ditutup masih kecil. 

"Iran akan kehilangan pendapatan jika ditutup, sementara AS menginginkan harga minyak dan inflasi yang lebih rendah," katanya.

Sementara itu, analis John Kilduff dari Again Capital menyebut pasar kini memasukkan "premi keamanan" sebesar 10 dolar AS per barel dalam harga minyak, karena ketidakpastian terhadap reaksi Iran jika pemerintahnya merasa terancam.

Meski begitu, pasokan minyak global sebenarnya masih aman. Laporan bulanan dari Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan bahwa permintaan minyak global diperkirakan sedikit menurun, sementara pasokan justru meningkat. 

IEA menurunkan perkiraan permintaan global sebesar 20.000 barel per hari, dan menaikkan proyeksi pasokan hingga 1,8 juta barel per hari.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya