Berita

Pembawa acara TV IRIB Sahar Emami yang sedang siaran langsung saat ledakan terjadi/Net

Dunia

Israel Serang Stasiun TV Iran, Siaran Langsung Terganggu Akibat Ledakan

SELASA, 17 JUNI 2025 | 09:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Konflik antara Israel dan Iran kembali meningkat tajam setelah militer Israel melancarkan serangan udara terhadap kantor pusat penyiar negara Iran, IRIB, pada Senin malam waktu setempat, 16 Juni 2025. 

Serangan ini menyebabkan siaran langsung terputus dan memicu kepanikan di studio, saat pembawa acara TV Sahar Emami mengecam serangan itu sebelum melarikan diri di tengah asap dan puing-puing.

“Ini adalah agresi terhadap tanah air dan terhadap kebenaran,” ujar Emami beberapa saat sebelum layar televisi menjadi gelap. 


Suara takbir terdengar di latar belakang, mempertegas suasana kacau yang menyelimuti studio.

Serangan tersebut terjadi tak lama setelah Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperingatkan bahwa pusat propaganda Iran akan segera dihilangkan. 

Militer Israel dalam pernyataan resminya mengklaim bahwa fasilitas IRIB digunakan oleh angkatan bersenjata Iran untuk mendukung operasi militer dengan kedok sipil, namun tanpa memberikan bukti konkret.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan jahat dan kejahatan perang. Ia juga menuduh Israel sebagai pembunuh jurnalis dan pekerja media nomor satu di dunia.

“Dewan Keamanan PBB harus bertindak sekarang untuk menghentikan agresor genosida itu melakukan kekejaman lebih lanjut terhadap rakyat kita,” tulis Baghaei melalui akun X (dulu Twitter).

Menanggapi serangan itu, Iran mengeluarkan peringatan evakuasi untuk dua saluran berita Israel, N12 dan N14. TV pemerintah Iran menyatakan bahwa ini adalah respon langsung terhadap serangan musuh Zionis terhadap layanan penyiaran Republik Islam Iran.

Menurut laporan Tohid Asadi dari Al Jazeera yang berada di Teheran, gedung yang diserang dikenal sebagai pusat IRIB, sebuah struktur kaca besar bersejarah yang dibentengi dan memiliki empat lantai. 

“Siaran langsung sempat terganggu, tetapi Emami kembali tampil di TV tak lama setelah ledakan, yang kemungkinan akan meningkatkan popularitasnya,” ujarnya.

Younes Shadlou, jurnalis Iran yang berada di lokasi saat kejadian, mengatakan bahwa banyak rekan kerjanya masih berada di dalam gedung saat ledakan terjadi. 

“Kami telah diberi peringatan evakuasi, tetapi semua orang tetap tinggal sampai saat-saat terakhir untuk menunjukkan wajah sebenarnya dari rezim Zionis kepada dunia,” ungkapnya.

Foad Izadi, profesor hubungan internasional di Universitas Teheran, menyampaikan kekhawatiran akan tingginya jumlah korban. 

“Gedung itu sangat besar, dan setiap lantai bisa menampung 200 hingga 300 orang,” kata dia. Ia juga memprediksi akan ada kemarahan luas dari komunitas internasional.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mengutuk keras serangan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan Israel terhadap media telah mencapai titik mengkhawatirkan. 

“Kami terkejut oleh serangan terhadap TV pemerintah Iran,” tulis CPJ di X. Mereka menambahkan bahwa impunitas Israel atas pembunuhan jurnalis di Palestina telah membuat mereka berani menargetkan media di tempat lain.

Dalam catatannya, CPJ menyebutkan bahwa setidaknya 178 jurnalis telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, menjadikan konflik tersebut yang paling mematikan bagi insan media dalam sejarah.

Israel bukan pertama kali menargetkan organisasi media. Pada Mei 2021, Israel menghancurkan gedung al-Jalaa di Gaza yang menampung kantor Al Jazeera dan Associated Press. 

Tahun berikutnya, jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh ditembak mati oleh pasukan Israel di Tepi Barat, yang memicu kecaman internasional luas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya