Berita

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat-Perindo DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim/Ist

Nusantara

Indeks Sistem Merit Pemprov DKI Kalah dari Jabar

SELASA, 17 JUNI 2025 | 07:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Capaian Indeks Sistem Merit Pemprov DKI Jakarta sebesar 350,5 poin pada tahun 2024 memang telah berada dalam kategori “Sangat Baik”.

Namun, capaian ini belum cukup untuk mencerminkan posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan barometer tata kelola ASN (Aparatur Sipil Negara) di Indonesia.

“Faktanya, Jawa Barat sudah mencapai 400 poin. Artinya, kita masih tertinggal,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat-Perindo DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim dalam penyampaian pandangan umum fraksi pada rapat paripurna, Senin 16 Juni 2025.


Afni menyebut Pemprov DKI harus lebih serius dalam membangun birokrasi yang profesional, bersih, dan berdaya saing tinggi. Hal itu dapat dimulai dari penguatan sistem merit dan manajemen talenta secara menyeluruh.

“Jakarta seharusnya menjadi teladan nasional dalam reformasi birokrasi. Tapi bila indeks sistem merit kita belum menyamai provinsi lain, maka ini sinyal bahwa pengelolaan SDM aparatur masih stagnan,” kata Afni.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemprov DKI dalam mengimplementasikan delapan aspek utama sistem merit, yaitu: perencanaan kebutuhan pegawai, pengadaan, pengembangan karier, mutasi-promosi, pengelolaan kinerja, penghargaan dan disiplin, perlindungan dan pelayanan, serta sistem informasi ASN.

“Kami mendorong agar sistem merit dijalankan secara konsisten dan tidak sekadar administratif. Harus ada budaya meritokrasi yang mengakar, bukan hanya untuk keperluan penilaian indeks,” kata Afni

Afni juga menekankan pentingnya manajemen talenta yang kuat untuk mendorong lahirnya ASN DKI yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Jakarta butuh ASN yang tidak hanya cakap teknis, tapi juga adaptif, jujur, dan punya integritas. Sistem merit dan manajemen talenta adalah fondasinya,” kata Afni.

Fraksi Demokrat-Perindo meyakini bahwa tanpa perbaikan nyata dalam pengelolaan ASN, maka upaya reformasi birokrasi akan berjalan setengah hati.

Ia pun mengingatkan, kualitas layanan publik sangat bergantung pada kualitas SDM yang mengelolanya.

“Tanpa ASN yang kompeten dan sistem yang transparan, kita hanya akan berputar-putar dalam masalah lama: lambat, tidak responsif, dan rawan penyimpangan,” tutup Afni.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya