Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/RMOLJabar

Politik

Tetap Tolak Rapat di Hotel, Dedi Mulyadi: Lebih Baik Uangnya untuk Rakyat

SENIN, 16 JUNI 2025 | 13:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meskipun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali memperbolehkan pemerintah daerah untuk melaksanakan rapat di hotel, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap bersikukuh dengan sikapnya melarang para pejabat dan pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk menggelar rapat di hotel.

Pernyataan ini diutarakan Dedi Mulyadi usai Kemendagri mengeluarkan kebijakan tersebut. Dedi menjelaskan bahwa larangan rapat di hotel ini penting untuk efisiensi anggaran sekaligus menciptakan keadilan bagi daerah-daerah dengan fiskal rendah.

"Daerah-daerah yang fiskalnya sangat rendah, pendapatan daerahnya kecil habis untuk gaji pegawai," kata Dedi dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Sabtu, 14 Juni 2025.


Dedi kemudian menyoroti kondisi Kabupaten Pangandaran, di mana pemerintah daerahnya tidak mampu membayar tunjangan pegawai karena keterbatasan anggaran.

"Tunjangan pegawainya sudah lima bulan tidak bisa dibayar karena kemampuan anggarannya sudah sangat terbatas dan harus dicari solusi. Ibu bupatinya sudah ke Jakarta dan ke mana-mana untuk cari solusi, dan saya juga lagi memikirkan untuk menyelesaikan," tuturnya.

Oleh karena itu, Dedi menegaskan bahwa ketimpangan fiskal antara pusat kota dan daerah tertinggal merupakan persoalan serius yang perlu segera diatasi. Ia menambahkan, kota-kota besar dengan banyak hotel cenderung memperoleh pendapatan besar tanpa merusak lingkungan.

"Tetapi di pusat kota, yang hotelnya banyak, mereka mendapatkan uang relatif besar dengan turis dan segala macem itu tinggi, kemudian tidak ada kerusakan apapun, beda dengan orang desa," sambung Dedi.

Sementara itu, daerah dengan pendapatan dari hasil galian pasir, batu, atau bahkan hasil hutan justru memperoleh pendapatan rendah dan mengalami kerusakan alam.

"Pertanyaannya, apakah kabupaten-kabupaten yang fiskalnya rendah, yang sekolahnya masih pada jelek, irigasinya jelek, jalan-jalannya jelek, puskesmasnya jelek, BPJS belum terbayar, sanitasi lingkungannya masih buruk, tingkat pendapatan per kapitanya masih rendah, kemiskinan masih tinggi, rakyatnya terlibat pinjol, bank emok dan berbagai ragam lain, mau uang yang dikumpulin dari pajak itu dibuat untuk kegiatan rapat-rapat di hotel kota besar?" papar Dedi.

Dedi pun mengimbau para pejabat dan pegawai di lingkup Pemprov Jabar untuk menggelar rapat secara sederhana di kantor. Dengan begitu, anggaran yang ada dapat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat yang lebih mendesak.

"Pemerintah ini ya sudah namanya rapat bisa di kantor saja. Uang-uang yang biasa dibelanjakan di hotel-hotel berbintang itu dan pusat kota itu, kita gunakan untuk bangun sekolah, bangun jalan, bangun irigasi, bangun puskesmas. Saat kita di toilet hotel bintang lima, toiletnya keren banget, rakyat kita banyak yang enggak punya toilet," tuturnya. 

"Ini cara saya untuk mengefisienkan anggaran, minimal bisa menyelesaikan problem-problem kecil di masyarakat. Jawa Barat Rp360 miliar BPJS belum kebayar, masa kita mau buangin duit?" imbuhnya.

Selain itu, Dedi juga mengklaim dirinya mengetahui adanya penyimpangan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan rapat di hotel.

"Saya nih pengalaman lah, saya tahu, kalau rapat-rapat di hotel itu apa sih yang terjadi. Penyelenggara rapat itu seringkali SPJ-nya, pertanggungjawabannya, tidak sesuai dengan realisasinya yang digunakan. Kamar lima, yang dipakai tiga. Makan 10, yang dipakai 7," ungkapnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya