Berita

Sebuah protes di luar Michigan Capitol di Lansing, Michigan/Net

Dunia

Protes Massal Warnai Parade Militer dan Peringatan Ultah Trump

MINGGU, 15 JUNI 2025 | 10:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah kemegahan parade militer besar-besaran yang digelar oleh Presiden Donald Trump di ibu kota Amerika Serikat, gelombang protes massif meletus di berbagai kota besar di seluruh negeri. 

Digerakkan oleh kelompok aktivis yang menyebut diri mereka "No Kings", demonstrasi tersebut menyoroti kekhawatiran atas kebijakan imigrasi Trump dan tudingan bahwa ia melampaui batas kekuasaan presiden.

Parade militer yang berlangsung pada Sabtu malam, 24 Juni 2025 itu bertepatan dengan dua momen penting yakni hari ulang tahun Trump dan peringatan 250 tahun Angkatan Darat AS. 


Ribuan tentara, kendaraan lapis baja, tank, marching band, serta pertunjukan kembang api menyemarakkan acara tersebut. Namun, di luar barisan militer yang disiplin, kerumunan rakyat di berbagai kota menyuarakan penolakan.

"Saya hanya merasa kita perlu mempertahankan demokrasi kita," kata Karen Van Trieste, perawat berusia 61 tahun yang bergabung dalam aksi di Love Park, Philadelphia, seperti dimuat BBC. 

Ia menyebut pemangkasan anggaran untuk badan kesehatan masyarakat oleh Trump sebagai alasan kehadirannya dalam unjuk rasa.

Di Los Angeles, protes berlangsung lebih panas. Konfrontasi terjadi antara pengunjuk rasa dan pasukan Garda Nasional yang dikerahkan seminggu sebelumnya oleh Presiden Trump, meski ditentang oleh Gubernur California Gavin Newsom. 

Gas air mata ditembakkan di sekitar Gedung Federal untuk membubarkan massa.

"Itu tidak kasar, itu jahat. Anda tidak memisahkan keluarga," tegas Jose Azetcla dari kelompok hak-hak sipil Brown Berets, menyoroti kebijakan deportasi yang memicu gelombang protes di komunitas imigran.

Meski parade itu sendiri tetap berlangsung megah, sorotan tajam datang dari sejumlah politisi dan mantan pejabat militer yang mengecamnya sebagai proyek kesombongan yang mahal. Angkatan Darat AS memperkirakan biaya parade mencapai 25-45 juta dolar AS.

Namun, tidak semua pandangan negatif. Bagi beberapa veteran, parade tersebut menjadi bentuk penghargaan yang telah lama dinantikan. 

“Ini adalah tentang menghormati para pria dan wanita yang bertugas, untuk berterima kasih atas pengabdian mereka,” ujar Melvin Graves, veteran Perang Vietnam, yang menyebut parade kali ini sebagai yang paling dekat dengan yang pernah ia alami sejak kembali dari perang.

Presiden Trump sendiri menyampaikan pidato singkat saat memberi hormat kepada barisan tentara. 

“Tentara kita tidak pernah menyerah. Tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti. Mereka berjuang, berjuang, berjuang. Dan mereka menang, menang, menang,” ujarnya di hadapan ribuan hadirin.

Namun di balik tepuk tangan di ibu kota, ribuan pengunjuk rasa di kota-kota seperti New York, Philadelphia, dan Houston melambaikan plakat bertuliskan "No Kings", merujuk pada kekhawatiran akan gaya kepemimpinan Trump yang dinilai terlalu otoriter dalam masa jabatan keduanya.

Sebagian demonstrasi bahkan harus dibatalkan. Di Minnesota, panitia membatalkan beberapa aksi setelah brosur acara ditemukan di mobil tersangka pembunuhan seorang politisi negara bagian. Meski Gubernur Tim Walz mendesak warga untuk tidak hadir, ribuan tetap datang.

Sementara itu, jajak pendapat CBS/YouGov pekan lalu menunjukkan bahwa kebijakan imigrasi Trump masih mendapat dukungan dari sebagian masyarakat, dengan 54 persen responden menyetujuinya. 

Namun, bagi jutaan lainnya, seperti ditunjukkan dalam aksi “Hari Tanpa Raja”, mereka menilai demokrasi AS kini sedang diuji.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya