Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Kecam Kekerasan dan Penelantaran Anak, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat

MINGGU, 15 JUNI 2025 | 02:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dugaan kekerasaan hingga penelantaran terhadap M (7) yang ditemukan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat banyak pihak merasa prihatin.

Bahkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam keras orang tua yang diduga melakukan kekerasan dan penelantaran tersebut.

"Saya mengutuk keras orang tua atau pelaku yang telah melakukan kekerasan dan menelantarkan anak tersebut," ujar anggota KPAI, Kawiyan, di Jakarta, Sabtu 14 Juni 2025.


Kasus penelantaran anak oleh ayah ini sangat memprihatinkan. Terlebih kalau ternyata penelantaran tersebut dibarengi dengan unsur kekerasan fisik terhadap anak.

Sehingga, orang tua yang menelantarkan dan melakukan kekerasan terhadap anaknya harus dihukum pidana.

KPAI pun meminta Polri segera menangkap orang tua korban sebagai pelaku penelantaran.

"Jika kelak tertangkap, pelaku harus dihukum berat sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak," sebut Anggota KPAI yang mengampu Sub Klaster Anak Korban Pengasuhan Salah dan Penelantaran ini.

Merujuk Pasal 76B UU Perlindungan Anak, setiap orang dilarang untuk menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh, melibatkan anak dalam perlakuan salah dan pelantaran. Sementara pada Pasal 76C terdapat larangan kepada setiap orang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

Hukuman atas pelanggaran Pasal 76B paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Sedangkan hukuman atas pelanggaran Pasal 76C adalah paling lama 3,5 tahun dan denda Rp72 juta.

Saat ini anak M tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Jakarta.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya