Berita

Serikat Buruh Perikanan Indonesia (SBPI) mengadukan dugaan penempatan awak kapal tidak sesuai prosedur ke Bareskrim Polri/Ist

Hukum

SBPI Adukan Perusahaan Diduga Penyalur Awak Kapal Ilegal ke Bareskrim Polri

SABTU, 14 JUNI 2025 | 13:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Serikat Buruh Perikanan Indonesia (SBPI) mengadukan PT PJS ke Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pekerja Bareskrim Polri atas dugaan penempatan awak kapal secara unprosedural.

Aduan ini tercatat dalam nomor UM.030/DPP.SBPI/V/2025 tertanggal 13 Juni 2025 yang dilayangkan SBPI setelah menerima laporan seorang pelaut asal Cirebon berinisial R (39) yang juga anggota SBPI.

Kepada SBPI, R diberangkatkan ke luar negeri oleh PT PJS untuk bekerja di kapal penangkap ikan FV GYY 339 milik perusahaan FS Ltd. dengan kontrak kerja satu tahun sejak 9 Desember 2024.


"Setelah meneliti dokumen PKL (Perjanjian Kerja Laut), kami menemukan indikasi pelanggaran karena dokumen tersebut tidak disahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (DJPL Kemenhub) maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat," ujar Ketua Umum DPP SBPI, Rahmatulloh dalam keterangannya, Sabtu, 14 Juni 2025.

SBPI mengaku telah mengirim surat konfirmasi resmi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal. Dari keterangan KSOP Tegal, diketahui dokumen PKL atas nama R tidak disahkan dan buku pelaut tidak tercatat (disijil).

Dari temuan ini, SBPI kemudian melapor ke DJPL Kemenhub. PT PJS kemudian dikenai surat peringatan pertama (SP-1) atas pelanggaran terhadap kewajiban legal dalam penempatan awak kapal.

Rahmatulloh menyebut, dugaan pelanggaran ini seharusnya dikenakan sanksi pencabutan langsung atas Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal (SIUPPAK) PT PJS sebagaimana Permenhub PM 59/2021, Pasal 133 ayat (3) huruf a, yang menyatakan izin usaha dapat dicabut langsung jika perusahaan tidak memberitahukan PKL dan tidak menyijil buku pelaut di Syahbandar. 

"Secara jelas diatur dalam Permenhub PM 59/2021 Pasal 113 ayat (1). Kewajiban dokumen PKL disahkan Syahbandar sebelum awak kapal diberangkatkan juga diatur dalam aturan turunan, yakni PP 22/2022 tentang Penempatan dan Pelindungan Awak Kapal Niaga Migran dan Awak Kapal Perikanan Migran Pasal 33 ayat (1) dan (3)," lanjut Rahmatulloh.

SBPI juga mendalami dugaan kepengurusan perpanjangan masa berlaku dokumen buku pelaut milik R oleh PT PJS namun tidak sesuai dengan persyaratan yang ada.

"Bagaimana bisa permohonan perpanjangan masa berlaku dokumen buku pelaut milik R berhasil dilakukan? Sementara salah satu syaratnya tidak terpenuhi, yakni sertifikat Basic Safety Training (BST) milik R dalam status expired," jelasnya.

Ia diduga PT PJS membantu mengurus perpanjangan masa berlaku buku pelaut tanpa melewati prosedur yang benar dan tetap memberangkatkan R ke luar negeri dengan persyaratan dokumen pelaut yang kurang lengkap.

"Berdasarkan hal-hal tersebut, patut bagi kepolisian melakukan tindak lanjut terhadap laporan ini dengan mempertimbangkan ketentuan UU 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO, UU 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dan UU 17/2008 tentang Pelayaran," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya