Berita

Ilustrasi kekerasan perempuan/Ist

Hukum

GAMKI dan Bareskrim Perkuat Sinergi Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

JUMAT, 13 JUNI 2025 | 05:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri berkolaborasi memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak serta praktik perdagangan orang.

Pertemuan berlangsung pada Selasa 10 Juni 2025, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. GAMKI hadir dengan perwakilan antara lain Sekretaris Umum Alan Christian Singkali, Ketua Bidang Hukum dan HAM Frandy Septior Nababan, dan sejumlah pengurus lainnya. Mereka disambut langsung oleh Direktur Dittipid PPA-PPO Brigjen Nurul Azizah.

Dalam diskusi tersebut, GAMKI menyampaikan laporan mengenai sejumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang telah mereka dampingi di berbagai daerah, seperti Sumatera Barat, Sukabumi, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Jambi. 


Alan menegaskan pentingnya reformasi sistemik dalam penanganan kasus, terutama agar lebih berpihak kepada korban.

"Ini langsung dari pengurus GAMKI di daerah. Semoga menjadi masukan bagi Ibu Direktur beserta jajarannya di lapangan," ujar Alan dalam keterangannya, Kamis 12 Juni 2025. 

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tubuh kepolisian, khususnya penyidik, sangat diperlukan agar proses hukum lebih berperspektif korban.

Lebih lanjut, Alan juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Dittipid PPA-PPO yang dianggapnya sebagai langkah progresif Polri dalam menangani kasus kekerasan berbasis gender dan usia.

“Sebagai organisasi kepemudaan, GAMKI merasa berkepentingan untuk melindungi hak-hak korban, terutama anak-anak yang merupakan masa depan bangsa,” kata Alan.

“Jika Polri memiliki concern yang sama, kami sangat senang. Selamat juga atas dibentuknya Dittipid PPA-PPO yang belum genap setahun, namun sudah berlari kencang,” kata Alan.

Menanggapi hal itu, Brigjen Nurul Azizah mengapresiasi dukungan dan komitmen GAMKI. Ia menekankan bahwa semua laporan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan jajaran kepolisian daerah.

"Harus diakui, banyak aduan masyarakat terkait kasus kekerasan seksual yang penanganannya masih belum maksimal. Oleh sebab itu, Dittipid PPA-PPO akan melibatkan lebih banyak ahli pidana yang berperspektif gender sebagai upaya untuk membantu penanganan," jelas Nurul.

Ia juga mengingatkan para pendamping hukum untuk menjunjung tinggi integritas dan etika profesi. 

"Kami perlu mengingatkan kepada para pendamping hukum agar tidak bermain dua kaki, hari ini membela korban, besok bersama membela pelaku," tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Nurul Azizah juga menyampaikan tentang dua program strategis yang sedang dijalankan, yaitu Rise and Speak serta Pojok Curhat. Kedua inisiatif itu ditujukan untuk mendorong korban kekerasan agar berani berbicara dan mendapat pendampingan secara psikologis.

“Kalau korban yang bicara langsung, orang akan lebih peduli dan sadar. Dan yang harus ditekankan adalah keterbukaan merupakan awal dari pemulihan. Minimal terbuka kepada pendamping, konselor, orangtua, atau orang terdekat yang dipercaya," tambahnya.

Sebagai bentuk sinergi, LBH GAMKI pun menyatakan kesiapan untuk mendampingi korban bersama dengan pihak kepolisian dalam berbagai kasus kekerasan di Indonesia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya