Berita

Ahli bahasa UI, Frans Asisi Datang/RMOL

Hukum

Ahli Bahasa UI Sebut Perintah Ditenggelamkan adalah Ponsel, Bukan Baju

KAMIS, 12 JUNI 2025 | 14:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ahli bahasa dari Universitas Indonesia (UI) menyatakan bahwa yang diperintahkan untuk ditenggelamkan adalah telepon seluler (ponsel), bukan baju seperti yang diakui staf Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi. 

Hal itu disampaikan langsung Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Frans Asisi Datang, saat menjadi ahli bahasa yang dihadirkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan dengan terdakwa Hasto selaku Sekjen DPP PDIP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juni 2025.

Awalnya, Jaksa KPK, Nur Haris, membuka percakapan WhatsApp di ponsel dengan nama Ghara Baskara dan ponsel bernama Sri Rejeki Hastomo. Di mana, ponsel Ghara Baskara digunakan oleh Kusnadi. Hal itu sudah diakui Kusnadi dalam persidangan sebelumnya.


"Kita bacakan chatnya seperti ini pak. 'Siap bapak'. Kemudian 'HP ini saja', 'Oke thanks'. 'Yang itu ditenggelamkan saja, tidak usah mikir sayang dll'. "Siap bapak'. 'Bapak izin Kus ke PIK dulu'. 'Oke'. Terkait chat ini bisa enggak menganalisa, sebetulnya ada kejadian apa sebetulnya?" tanya Jaksa Nur Haris kepada Frans.

"Siap bapak, itu berarti dia menghormati orang yang lawan bicara di chat itu. Kemudian ditunjukkan, ini intinya sebenarnya menunjukkan bahwa ada satu HP (ponsel) yang disuruh ditenggelamkan 'yang itu saja ditenggelamkan, tidak usah mikir sayang'. 'Sayang' di sini berarti tidak usah mikir rugi, kata 'sayang' di situ bukan berarti sapaan, bukan, tapi rugi dalam konteks itu," jelas Frans.

"Lalu dijawab lawan bicaranya 'siap', artinya dia melaksanakan. Jadi di sini ada konteks 'HP ini saja', berarti menunjukkan ada dua HP dalam konteks ini. 'HP ini saja', berarti ada satu lagi HP. 'Yang itu ditenggelamkan saja', berarti yang satu ini menyetujui yang itu ditenggelamkan saja, yang itu mengacu kepada yang dia sebut HP ini saja," sambung Frans.

Jaksa Nur Haris pun menerangkan bahwa percakapan chat tersebut juga sudah ditunjukkan kepada Kusnadi saat diperiksa sebagai saksi di persidangan. Namun, Kusnadi mengaku bahwa yang ditenggelamkan adalah baju atau pakaian setelah kegiatan melarung.

"Kalau baju itu direndam, tidak ditenggelamkan. Tapi dalam konteks ini jelas sekali dari segi bahasa jelas sekali kata 'itu', itu mengacu ke kata HP yang di atasnya, berkaitan. Jadi tidak mungkin di bawah muncul yang itu ditenggelamkan mengacu kepada yang lain yang tidak disebutkan sebelumnya. Karena ini ada percakapan hubungannya, bahkan kita bisa lihat waktunya beda sedikit, itu chatnya dekat-dekat sekali. Jadi yang kata itu pada kalimat yang itu ditenggelamkan itu mengacu jelas mengacu ke HP dari bahasa," terang Frans.

Frans pun menegaskan bahwa tidak logis pernyataan yang ditenggelamkan dikaitkan dengan baju atau pakaian.

'Tidak logis, tidak masuk akal," tegas Frans.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya