Berita

JPU KPK saat menampilkan bukti percakapan Hasto Kristiyanto dengan Saeful Bahri terkait uang suap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juni 2025/RMOL

Hukum

Diungkap Ahli Bahasa UI

Pesan WA Hasto Terbukti Setujui Uang Suap Harun Masiku

KAMIS, 12 JUNI 2025 | 13:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ahli bahasa dari Universitas Indonesia (UI) menyebut bahwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memahami dan menyetujui adanya uang suap sebesar Rp850 juta dalam pengurusan agar Harun Masiku menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

Hal itu diungkapkan Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Frans Asisi Datang saat menjadi ahli bahasa yang dihadirkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan dengan terdakwa Hasto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juni 2025.

Awalnya, Jaksa KPK, Moch Takdir Suhan menampilkan bukti percakapan WhatsApp (WA) antara terdakwa Hasto dengan Saeful Bahri yang merupakan kader PDIP.


"Ahli sudah membaca utuh nih komunikasi awal, di situ ahli pahami bahwa ini konteksnya kedua belah pihak saling memahami dan sudah saling mengenal?" tanya Jaksa Moch Takdir Suhan kepada ahli Frans.

"Betul, iya," jawab Ahli Frans.

"Ini tadi yang ahli sudah baca, 'izin lapor mas, hari ini p Harun geser 850’ saya tanyakan dulu, 850 kalau kita kaitkan dengan pemahaman kita kalau sebutan uang kan mestinya di depan tulisan Rp atau dibelakang ada tulisan juta dan sebagainya, yang ahli pahami dan analisis kaitannya komunikasi ini 850 ini apa?" tanya Jaksa Takdir.

Ahli Frans menyebut bahwa penggunaan kata "850" tersebut sebagai bahasa menyembunyikan muka atau menyelamatkan muka. Akan tetapi, meskipun tidak dijelaskan dalam bentuk apa angka tersebut, lawan bicaranya sudah memahaminya.

"Iya. Itu ciri bahasa-bahasa yang selalu kami lihat data-data politik," kata Frans.

Jaksa Takdir selanjutnya membahas soal balasan dari Hasto yang menggunakan kata "Ok, sip".

"Secara umum dalam percakapan sehari-hari 'ok' itu berarti setuju, mengerti, lawan bicara itu mengerti, paham. Atau bisa dilaksanakan, bisa tambahkan, itu banyak. Ekspresi persetujuan," terang Frans.

Jaksa Takdir kemudian membahas kata kedua yang digunakan Hasto, yakni "sip".

"Itu berarti apa yang dijelaskan oleh lawan bicaranya itu sudah sangat lengkap, dan dia paham, dia setuju, kata ok itu paham penjelasannya, setuju dengan isinya, apalagi kalau ditambah di belakangnya sip, berarti sangat oke," terang Frans.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya