Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga CPO Tertekan Dua Hari Beruntun, Ini Sebabnya

RABU, 11 JUNI 2025 | 19:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan, Rabu, 11 Juni 2025.

Komoditas itu tertekan imbas banyaknya faktor global, mulai dari penurunan harga minyak nabati pesaing, melemahnya harga minyak mentah, hingga lonjakan stok di akhir Mei.

Di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus ditutup turun 0,96 persen ke level 3.827 ringgit per ton. Penurunan ini merupakan pelemahan dua hari beruntun.


Penurunan harga juga tercermin pada minyak nabati lainnya. Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai terkoreksi 0,8 persen,  kontrak minyak sawit anjlok 2,11 persen, semetara kontrak minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,54 persen.

Sebagai informasi, pergerakan harga CPO memang cenderung mengikuti dinamika harga minyak nabati global, karena produk tersebut bersaing ketat di pasar internasional.

Di sisi lain, harga minyak mentah global juga mengalami tekanan setelah pasar masih mencerna hasil pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Sementara lemahnya permintaan dari China serta kenaikan produksi OPEC+ ikut menambah tekanan komoditas tersebut.

Selain itu, tekanan juga datang dari sisi fundamental. Data yang dikutip dari Reuters menunjukkan, stok minyak sawit Malaysia melonjak ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir pada Mei, imbas meningkatnya produksi dan impor.

Kondisi ini membuat minyak sawit disebut  kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya