Berita

Jetstar Asia/Ist

Bisnis

Jetstar Asia Berhenti Beroperasi, Ratusan Karyawan Kena PHK Massal

RABU, 11 JUNI 2025 | 18:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura, Jetstar Asia akan menghentikan operasionalnya pada akhir Juli 2025. 

Mengutip BBC, Rabu 11 Juni 2025, keputusan tersebut akan berdampak langsung pada lebih dari 500 karyawan yang akan dirumahkan.

Meski demikian, manajemen maskapai tersebut memastikan ratusan karyawannya akan mendapat dukungan hingga pesangon. 


"Fokus kami adalah mendukung mereka melalui proses ini dan membantu mereka menemukan peran baru dalam industri ini," ujar Kepala Eksekutif Jetstar Group, Stephanie Tully.

Penutupan Jetstar Asia ini terjadi imbas tekanan berat yang dialami maskapai dalam beberapa waktu terakhir. Maskapai itu menanggung beban biaya pemasok yang meroket, tingginya biaya bandara, serta persaingan yang semakin sengit di kawasan Asia.

Maskapai yang sudah beroperasi lebih dari dua dekade itu bahkan diperkirakan menelan kerugian hingga 35 juta Dolar Australia (Rp370 miliar) pada tahun ini.

"Kami telah melihat beberapa biaya pemasok Jetstar Asia meningkat hingga 200 persen, yang telah mengubah basis biayanya secara material," kata Kepala Eksekutif Grup Qantas, Vanessa Hudson, dalam pernyataan terpisah.

Sebagai langkah transisi, Jetstar Asia akan menghentikan layanan secara bertahap selama tujuh minggu ke depan. 

Penumpang yang terdampak akan mendapat informasi langsung oleh maskapai. Selain itu beberapa penumpang juga akan dialihkan ke penerbangan alternatif yang dioperasikan oleh maskapai di bawah Qantas Group, yang merupakan pemegang saham Jetstar Asia. 

Sebanyak 16 rute penerbangan lintas Asia akan terdampak akibat penutupan ini, termasuk rute dari Singapura menuju sejumlah kota di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Namun demikian, pihak Qantas memastikan bahwa penghentian operasi Jetstar Asia tidak akan memengaruhi anak usaha lainnya, seperti Jetstar Airways yang berbasis di Australia dan Jetstar Japan.

Di balik penutupan Jetstar Asia, Qantas disebut akan mengalihkan dana segar senilai 325,9 juta Dolar AS untuk pembaruan armada pesawatnya. 

Selain itu, 13 pesawat Jetstar Asia juga akan dikembalikan ke Australia dan Selandia Baru untuk mendukung rute-rute domestik dan regional.

Qantas, yang merupakan maskapai nasional Australia, tetap berkomitmen menyediakan layanan penerbangan berbiaya rendah ke kawasan Asia melalui Jetstar Airways, yang saat ini mengoperasikan rute ke Thailand, Indonesia, Jepang, dan destinasi lainnya.

Jetstar Asia pertama kali didirikan pada 2004 sebagai bagian dari strategi Qantas untuk masuk ke pasar penerbangan murah Asia. Namun seiring waktu, Jetstar Asia harus bersaing ketat dengan maskapai-maskapai lain seperti AirAsia dan Scoot yang makin agresif menguasai pasar.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya