Berita

Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti/Ist

Politik

Susi Pudjiastuti Yakin Prabowo Tak Pandang Bulu Tindak Perusak Raja Ampat

RABU, 11 JUNI 2025 | 11:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Polemik pertambangan nikel di Raja Ampat terus menjadi sorotan meski Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) di wilayah  Papua Barat Daya itu bukan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Penegasan tersebut sekaligus membantah isu keterkaitan Jokowi dan Iriana Joko Widodo dalam pusaran tambang nikel di Raja Ampat tersebut.

Menanggapi hal ini, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Jokowi, Susi Pudjiastuti meyakini Presiden Prabowo Subianto akan bertindak tegas dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum.


"Saya percaya kepemimpinan Pak Presiden Prabowo," kata Susi lewat akun X miliknya, dikutip Rabu 11 Juni 2025.

Bos maskapai Susi Air itu menekankan, siapapun presidennya yang memberikan IUP di wilayah Raja Ampat tidak akan akan menjadi halangan bagi Presiden Prabowo untuk menghentikan penambangan ini.

"Karena sekarang diketahui ini berbahaya bagi keberlanjutan ekosistem lingkungan Raja Ampat sebagai warisan dunia milik generasi yang akan datang," tegasnya.

Di sisi lain, keputusan Presiden Prabowo Subianto mencabut IUP empat perusahaan tambang nikel di wilayah Raja Ampat diapresiasi Susi Pudjiastuti.

"Terimakasih Pak Presiden Prabowo Subianto.
Mohon dipastikan bila masih ada yang lain-lain Bapak harus segera hentikan juga," kata Susi.

Izin empat perusahaan yang dicabut adalah milik PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining.

Keempatnya tidak lolos dari persyaratan dokumen amdal dan administrasi RKAB, serta sebagian besar wilayah konsesinya berada di dalam kawasan Geopark yang harus dilindungi.

Keputusan pemerintah ini diambil demi menjaga keberlanjutan lingkungan serta mendukung visi menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya