Berita

Walikota Bandung, Muhammad Farhan/RMOLJabar

Nusantara

Dugaan Jual Beli Kursi SPMB 2025 di Bandung Berkisar Rp5-8 Juta

SELASA, 10 JUNI 2025 | 18:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Kota Bandung memastikan dugaan praktik jual beli kursi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di wilayahnya tengah diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwenang.

"Kasus ini sudah masuk dalam tahap penyelidikan. Jika masih berupa indikasi, maka akan diberikan peringatan keras serta sanksi administratif yang berat," ujar Walikota Bandung, Muhammad Farhan, ditemui RMOLJabar di Balai Kota Bandung, Selasa, 10 Juni 2025.

Namun, Farhan menegaskan, apabila ditemukan bukti kuat telah terjadi transaksi langsung dengan aliran dana, maka akan dikenakan sanksi pidana, baik bagi penerima maupun pemberi uang.


“Pidananya tidak hanya untuk yang menerima, tapi juga yang memberi. Jadi kepada para orang tua, jangan pernah tergoda untuk menerima tawaran atau memberikan uang kepada siapapun yang mengklaim bisa membantu anaknya diterima di sekolah,” tegasnya.

Saat ditanya sekolah mana saja yang diduga terlibat, Farhan enggan menyebutkan secara spesifik karena proses penyelidikan masih berlangsung. 

"Belum bisa saya buka karena masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya.

Terkait nominal uang yang ditawarkan dalam praktik jual beli kursi tersebut, Farhan menyebut antara Rp5 juta hingga Rp8 juta per kursi. 

“Lumayan, 5 sampai 8 juta per kursi,” tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya