Berita

Ilustrasi/Net

Global

Iran Kantongi Bukti Soal Fasilitas Nuklir Israel

SELASA, 10 JUNI 2025 | 08:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran mengklaim telah mendapatkan ribuan dokumen sensitif milik Israel, termasuk informasi yang berkaitan dengan rencana dan fasilitas nuklir mereka.

Mengutip PressTV, stasiun televisi yang dikelola pemerintah Iran pada Selasa, 10 Juni 2025, operasi intelijen ini telah dilakukan beberapa waktu lalu, namun pengumuman baru disampaikan sekarang karena alasan keamanan dalam proses pemindahan dokumen ke dalam negeri.

"Meskipun operasi untuk mendapatkan dokumen tersebut telah dilakukan beberapa waktu lalu, banyaknya bahan dan kebutuhan untuk mengangkutnya dengan aman ke Iran mengharuskan penghentian berita untuk memastikan dokumen tersebut mencapai lokasi yang dilindungi," ungkap PressTV, mengutip sumber anonim yang disebut mengetahui operasi tersebut.


Sumber itu juga menyebutkan bahwa volume dokumen yang diperoleh sangat besar sehingga proses peninjauan, termasuk analisis gambar dan video yang menyertainya, memakan waktu yang signifikan.

"Jumlah dokumen sangat banyak sehingga meninjaunya saja sudah membutuhkan waktu lama," lanjut laporan PressTV.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel. Belum diketahui pula apakah klaim Iran ini berkaitan dengan laporan peretasan pusat penelitian nuklir Israel yang terjadi tahun lalu, atau apakah ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Tel Aviv di saat isu nuklir kembali menghangat.

Sebagai catatan, pada tahun 2018, Israel pernah melakukan operasi serupa. Saat itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Mossad berhasil menyita "arsip besar" terkait program nuklir Iran, yang menurutnya membuktikan bahwa Teheran menyembunyikan aktivitas penting dari dunia internasional.

Di sisi lain, hubungan antara Iran dan Amerika Serikat juga tetap berada dalam bayang-bayang konflik nuklir. Presiden AS saat itu, Donald Trump, pernah mengancam akan menyerang Iran jika tidak ada kesepakatan terkait program nuklir. 

Namun pada April lalu, Trump dilaporkan menahan rencana serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran untuk memberi ruang bagi negosiasi.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tunduk pada tekanan internasional untuk menghentikan pengayaan uranium.

“Menghentikan pengayaan uranium adalah 100 persen bertentangan dengan kepentingan nasional kami,” ujar Khamenei dalam pidato pada Rabu lalu, menolak tuntutan utama AS dalam perundingan nuklir.

Klaim Iran ini berpotensi menambah dimensi baru dalam pertarungan informasi dan kontra-informasi antara dua musuh bebuyutan di Timur Tengah.

Jika bukti yang diklaim benar, maka ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas keamanan siber dan intelijen Israel, sekaligus memberi Iran pijakan diplomatik baru dalam menghadapi tekanan global atas ambisi nuklirnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya