Berita

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Indra Ranu Dikarta merilis kasus narkoba/RMOLJabar

Presisi

56 Tersangka Narkoba di Bogor Diamankan Polisi

SELASA, 10 JUNI 2025 | 06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Periode April-Mei 2025, Polresta Bogor Kota mengungkap sejumlah kasus peredaran narkoba dan produksi minuman keras (miras) ilegal. Sebanyak 56 tersangka, baik pengguna maupun pengedar, termasuk lima pelaku industri rumahan miras diamankan.

"Kami mengamankan 56 tersangka. Di antaranya 51 kasus narkoba dan lima kasus home industry miras jenis ciu," kata Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Indra Ranu Dikarta kepada wartawan, Senin 9 Juni 2025.

Indra menuturkan, dari 51 kasus narkoba yang diungkap, rata-rata pelakunya merupakan pengedar. Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sabu 360,74 gram, tembakau sintetis 556,18 gram, ganja 127,10 gram, 57.418 butir obat keras terbatas, 2.791 butir psikotropika,dan 327 butir ekstasi.


Selain kasus narkotika, turut diamankan sebuah truk pengangkut ciu dari Jawa Tengah di kawasan Tajur, Bogor Timur. Truk tersebut membawa 120 jerigen kosong ukuran 30 liter dan 54 dus berisi 1.296 botol ciu.

Pengembangan dari penangkapan itu mengarah ke sebuah gudang di Kampung Kaum, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor. 

Polisi kemudian menangkap tiga pelaku, yakni Jhon, Rocky, dan Syahrul. 

Di lokasi ditemukan 130 jerigen berisi ciu, 13 dus ciu, satu jerigen biang arak bali, 100 botol arak bali, 2.000 botol kosong, 10.000 tutup botol, tiga set alat ukur kadar alkohol, serta berbagai peralatan produksi.

"Kelima pelaku mengaku menerima upah Rp40.000 per jerigen dan merupakan bagian dari jaringan distribusi miras ilegal dari wilayah Jawa Tengah," kata AKBP Indra dikutip dari RMOLJabar.

Indra juga mengungkapkan dua kasus besar yang terkait jaringan narkoba lintas wilayah.

Kasus pertama, polisi menangkap tersangka KAW (43) setelah pengembangan dari tersangka DS. Polisi menyita 73,87 gram sabu yang disembunyikan dalam karung di rumah tersangka di Bogor Timur. Jaringan ini dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.

Kasus kedua, polisi menggerebek kontrakan milik ZAP (29) di Bogor Utara. Barang bukti yang diamankan antara lain 55,94 gram sabu, 1,30 gram tembakau sintetis, 27 butir ekstasi, serta alat pengemasan narkoba.

ZAP mengaku bahwa barang tersebut milik temannya berinisial A yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). 

"Jaringan ini diduga berasal dari Jakarta dan dikendalikan oleh pelaku berinisial Arnold yang juga berstatus DPO," kata AKBP Indra.

Para tersangka dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114, 111, dan 112.

Berikutnya UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 435 dan 436 (untuk kasus obat keras terbatas); UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, Pasal 60 dan 62; Pasal 204 KUHP, Pasal 55-56 KUHP, dan Pasal 137 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (untuk kasus miras ilegal).

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya