Berita

Ilustrasi/Ist

Dunia

AS dan Thailand Segera Gelar Negosiasi Resmi Soal Tarif Dagang

SENIN, 09 JUNI 2025 | 11:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui untuk memulai negosiasi resmi dengan Thailand terkait tarif perdagangan antara kedua negara.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, lewat video singkat yang diunggah di Facebook pada Sabtu.

Dikutip dari Bangkok Post, Senin 9 Juni 2025, Pichai menyebut bahwa Menteri Luar Negeri Thailand, Maris Sangiampongsa, telah menerima tanggapan resmi dari pihak AS. Dalam tanggapan itu, AS menyatakan siap memulai pembicaraan resmi soal perdagangan dan tarif.


Ia menjelaskan bahwa sebenarnya Thailand dan AS sudah lebih dulu melakukan pembicaraan informal (tidak resmi) mengenai isu ini, dan menurutnya hasil dari diskusi tersebut akan menguntungkan kedua negara.

"Jadi ini bukan awal dari segalanya, karena sebenarnya sudah ada diskusi tidak resmi sebelumnya," ujar Pichai.

"Kami menilai isi pembicaraan itu positif untuk kedua belah pihak. Saya akan terus memberikan informasi terbaru soal negosiasi resmi yang akan datang," lanjutnya.

Namun, Pichai belum menyebutkan kapan negosiasi resmi itu akan dimulai.

Thailand saat ini berisiko dikenakan tarif impor sebesar 36 persen oleh AS, jika tidak ada kesepakatan baru yang tercapai sebelum moratorium atau masa tenggang berakhir pada Juli mendatang.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya