Berita

Ilustrasi pekerja Indonesia

Politik

Kontribusi TKI Lebih Tinggi Dibanding TKA bagi Ekonomi Dalam Negeri

MINGGU, 08 JUNI 2025 | 21:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kontribusi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri lebih besar dibanding tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Indonesia bagi pendapatan dalam negeri.

Ekonom dari Bright Institute Profesor Awalil Rizky mengurai, arus masuk devisa dari kompensasi dan remitansi Triwulan I-2025 sebesar 4.213 juta Dolar AS. Pada tahun 2024 tercatat 16.039 juta Dolar AS.

Sementara arus keluar devisa pada Triwulan I-2025 sebesar 2.752 juta Dolar AS, dan pada tahun 2024 sebesar 11.128 juta Dolar AS.


"Nilai arus masuk dari TKI masih lebih besar dibanding arus keluar dari TKA hingga saat ini. Akan tetapi peningkatan arus keluar sedikit lebih cepat selama 10 tahun terakhir, terutama dalam kompensasi tenaga kerja, yang bisa diartikan terkait dengan pekerja migran kurang dari setahun," kata Prof Awalil Rizky, Minggu, 8 Juni 2025.

Prof Awalil menerangkan jika dikaitkan dengan jumlah TKI dan TKA yang tercatat, maka terlihat ketimpangan dalam nilai per orangnya.

Ia mengurai, jumlah TKI pada Triwulan I-2025 sebanyak 3.996 ribu orang dan tahun 2024 sebanyak 3.906 orang. Dengan demikian kontribusi per orang sebesar 1.054 Dolar AS per orang selama tiga bulan pada Triwulan I-2025, dan sebesar 4.103 Dolar AS per orang selama setahun pada 2024.

Kemudian jumlah TKA pada Triwulan I-2025 sebanyak 145 ribu orang, tahun 2024 sebanyak 148 ribu orang. Dengan demikian, kontribusi per orang sebesar 18.979 Dolar AS per orang selama tiga bulan pada Triwulan I-2025, dan sebesar 75.189 Dolar AS per orang selama setahun pada 2024.

"Dari uraian di atas, harus diakui kontribusi TKI terhadap arus masuk devisa masih besar dan cenderung meningkat. Namun mulai diimbangi arus keluar devisa dari pembayaran kepada TKA," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah concern terhadap TKI dan memberikan pelatihan bagi masyarakat secara baik agar mendapatkan pekerjaan layak di luar negeri.

"Pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan dinamika kontribusi TKI dan TKA ini. Salah satu yang penting adalah bagaimana meningkatkan pendapatan TKI agar kontribusinya pun bertambah besar," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya