Berita

Elon Musk saat masih berhubungan baik dengan Presiden AS, Donald Trump/Net

Dunia

Berpisah dengan Trump, Elon Musk Disarankan Minta Suaka ke Rusia

MINGGU, 08 JUNI 2025 | 06:17 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hubungan taipan Elon Musk dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya makin panas. Bahkan sejumlah pihak menilai keduanya sulit untuk berdamai kembali. 

Terlebih, muncul seruan dari sekutu Trump, Stephen Bannon, agar Musk dideportasi sebagai imigran ilegal dan perusahaan SpaceX disita.

Situasi ini mendapat tanggapan serius sejumlah petinggi Rusia, dengan menyarankan Musk mencari suaka di Rusia. Mengikuti jejak whistleblower Edward Snowden dan buronan Wirecard Jan Marsalek.


Mantan kepala badan antariksa Rusia (Roscosmos), Dmitry Rogozin, yang kini menjadi petinggi di wilayah Ukraina yang dijajah Rusia, bahkan mengajak Musk untuk kabur dari AS dan bergabung dengan militer Rusia dalam perang dengan Ukraina.

"Elon @elonmusk, jangan sedih! Anda dihormati di Rusia. Jika Anda mengalami masalah yang tidak dapat diatasi di AS, datang kemari dan jadi bagian dari kami - pejuang 'Bars-Sarmat'," kata Rogozin melalui media sosial X, seperti dikutip The Washington Post, Sabtu 7 Juni 2025.

"Di sini Anda akan menemukan kawan-kawan yang dapat diandalkan dan kebebasan penuh dalam kreativitas," imbuhnya.

Ajakan senada disuarakan Wakil Ketua Komite urusan Internasional Majelis Rendah Parlemen Rusia, Dmitry Novikov. Kepada kantor berita nasional, TASS, Novikov mengatakan Rusia dapat menawarkan suaka kalau Musk membutuhkannya.

Tak hanya itu, netizen Rusia juga ramai menanggapi "perceraian" Musk dan Trump. Sejumlah meme membandingkan Musk dengan Yevgeniy Prigozhin, sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin yang melakukan pemberontakan pada 2023. Tidak lama setelahnya, pesawat yang ditumpangi Prigozhin jatuh dari langit karena ledakan yang tidak dapat dijelaskan.

Ada juga yang membandingkan Musk dengan oligarki Rusia lainnya yang pernah berselisih dengan Putin, termasuk Mikhail Khodorkovsky, yang dipenjara selama 10 tahun sebelum dipaksa meninggalkan Rusia. Termasuk Boris Berezovsky, taipan media yang melarikan diri dari Rusia pada 2000 dan ditemukan gantung diri di rumahnya di Berkshire, Inggris pada 2013.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya