Berita

Elon Mjusk dan Donald Trump/Kolase RMOL

Bisnis

Saham Tesla Menjulang Saat Trump dan Elon Musk Masih Tegang

SABTU, 07 JUNI 2025 | 09:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga saham Tesla naik hampir 4 persen pada Jumat, 6 Juni 2025 waktu AS, setelah anjlok tajam dan menyebabkan kerugian senilai sekitar 152 miliar Dolar AS di tengah perseteruan terbuka antara Elon Musk Presiden Donald Trump.

Hubungan Elon Musk dan Trump memburuk setelah orang terkaya di dunia itu secara terbuka mengkritik kebijakan presiden. Namun, kemarin Elon Musk memberi sinyal di media sosial X bahwa ia bersedia meredakan ketegangan, setelah seorang pengguna menyarankan agar hubungan mereka diperbaiki.

Trump menanggapi dingin pernyataan tersebut.


“Saya nggak mau mikirin Elon,” kata Trump kepada CNN, dan menyebut Musk sebagai “orang yang punya masalah.”

Perselisihan ini memanas setelah Musk mengkritik rencana pajak Trump, yang ingin menghapus insentif pajak sebesar 7.500 Dolar AS untuk mobil listrik pada akhir 2025. Sebagai balasan, Trump menyarankan agar kontrak pemerintah dengan perusahaan Musk, termasuk SpaceX, bisa dipotong.

"Mungkin hubungan mereka tidak akan kembali seperti dulu, tapi jika ketegangan bisa mereda, itu akan jadi kabar baik bagi Tesla," kata Matthew Britzman, analis saham dari Hargreaves Lansdown.

Ketegangan politik ini bisa menjadi hambatan besar bagi Tesla dan bisnis Musk secara keseluruhan. Misalnya, robotaxi (taksi tanpa pengemudi) buatan Tesla membutuhkan persetujuan dari Departemen Transportasi AS, yang bisa saja lebih sulit didapat jika hubungan dengan pemerintah memburuk.

Saham Tesla sendiri telah turun 26,9 persen sepanjang tahun ini. Penurunan besar terjadi pada hari Kamis, ketika harga saham jatuh 14 persen. Meski begitu, nilai saham Tesla masih tergolong sangat mahal - sekitar 120 kali lipat dari laba yang diperkirakan - jauh lebih tinggi dibanding produsen mobil lain atau bahkan perusahaan teknologi besar seperti Nvidia.

Sejak Musk mendukung pencalonan Trump sebagai presiden tahun lalu, saham Tesla sempat naik karena investor berharap tekanan dari pemerintah terhadap robotaxi akan berkurang. Tapi kemudian saham jatuh lagi karena penjualan lesu dan citra merek yang memburuk akibat sikap politik Musk.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Yayasan Trisakti Teken MoU Garap 80 Hektare Lahan Jagung Hibrida

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim dalam Agenda Tahunan RSIS

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31

Segudang Harapan dari Inggris, Prancis dan Swiss

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13

Galeri Investasi FEB Unusia jadi Wadah Mahasiswa Melek Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25

Bareskrim Bawa Banyak Dokumen Usai Geledah Kantor DSI

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00

Fenomena Kuil Pemujaan Jabatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18

Konsisten Budaya Keselamatan, Kunci PTPN IV PalmCo Catat 23 Juta Jam Zero Accident

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Kembali Tiba di Tanah Air Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33

Selengkapnya