Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Harga Emas Dunia Labil, Pasar Tunggu Rilis Data Gaji AS

JUMAT, 06 JUNI 2025 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia bergerak fluktuatif menjelang data seputar pasar tenaga negara Amerika Serikat (AS). 

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa, memang, pasar tenaga kerja melemah karena jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat. 

Data lain menunjukkan defisit perdagangan menyempit pada bulan April, menurut Biro Analisis Ekonomi AS, karena pasokan barang sebelum tarif mulai berkurang.


Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis 5 Juni 2025, harga emas dunia (XAU/USD) kontraksi 0,66 persen ke posisi  3.353,1 Dolar AS per troy ons.

Kepercayaan emas akan bergantung pada angka Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat waktu AS. Jika data menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap solid, logam kuning tersebut dapat melemah karena Dolar AS menguat. Jika tidak, perkirakan kenaikan lebih lanjut dalam XAU/USD karena investor akan semakin yakin bahwa Fed dapat memangkas suku bunga lebih awal dari yang diharapkan.

Greenback memangkas sebagian kerugian sebelumnya, seperti yang diungkapkan oleh Indeks Dolar AS (DXY). 

DXY, yang melacak nilai dolar terhadap enam mata uang lainnya, hampir tidak berubah pada 98,75.

Pada perdagangan Jumat pagi ini 6 Juni  harga emas terpantau dalam zona hijau dengan penguatan tipis 0,18 persen.

Kini, semua mata tertuju pada laporan penggajian AS atau Non Farm Payroll (NFP) untuk mendapatkan petunjuk tentang langkah The Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

Emas, aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, cenderung tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya