Berita

Ilustrasi tanaman kopi/Istimewa

Bisnis

Di Tengah Tren Penurunan Nasional, Harga Kopi Robusta di Lahat Tetap Stabil

JUMAT, 06 JUNI 2025 | 02:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Berbagai wilayah Indonesia saat ini tengah menghadapi fluktuasi harga kopi. Namun harga kopi jenis Robusta di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, masih menunjukkan tren yang stabil. Khususnya untuk kualitas petik merah.

Menurut Abi La Baba, seorang petani sekaligus pemilik usaha Kopi Kite asal Desa Serambi, Kecamatan Jarai, harga kopi Robusta petik merah dengan kualitas baik masih bertahan di kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram.

“Untuk petik merah, harga fine Robusta masih stabil, karena stok di pasaran juga terjaga,” kata Abi saat dibincangi RMOLSumsel, Kamis 5 Juni 2025.


Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa harga kopi kualitas standar atau asalan mengalami penurunan. Saat ini, harga berada di kisaran Rp62.000 hingga Rp65.000 per kg. Padahal sebelumnya sempat menembus angka Rp70.000 hingga Rp75.000 per kg.

Abi menilai turunnya harga kopi asalan salah satunya disebabkan oleh pola distribusi yang masih bergantung pada tengkulak. Hal ini membuat harga jual dari petani menjadi tidak seragam.

“Jika petani memiliki akses pasar langsung, seperti menjual hasil panen mereka ke pabrik, harga yang didapat akan lebih stabil dan menguntungkan,” jelasnya.

Selain faktor distribusi, panen raya juga berperan dalam menurunkan harga kopi, terutama untuk kualitas standar. Pasokan melimpah dari hasil panen menyebabkan harga di tingkat petani ikut terdampak.

Abi menambahkan bahwa wilayah Lahat terbagi dalam dua zona produksi, yaitu dataran rendah dan dataran tinggi. Saat ini, dataran rendah telah memasuki masa panen raya, sementara dataran tinggi baru memulai masa panen.

“Jumlah produksi masih belum bisa diukur secara keseluruhan, karena panen di wilayah dataran tinggi baru dimulai,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya