Berita

Partai Persatuan Pembangunan RMOL

Politik

PPP Makin Nyungsep Jika Jokowi Bergabung

KAMIS, 05 JUNI 2025 | 12:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan semakin memperburuk kondisi partai tersebut. 

Pengamat politik Andi Yusran menilai, secara ideologis Jokowi lebih cocok jika bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

"Gender ideologis Jokowi tidak sejalan dengan PPP. Jika Jokowi masuk ke PPP, justru akan membuat partai itu ditinggalkan oleh pemilih ideologisnya," kata Andi kepada RMOL, Kamis 5 Juni 2025.


Menurut Andi, keterpurukan PPP selama satu dekade terakhir disebabkan oleh kedekatan elite partai dengan kekuasaan, terutama dengan  Jokowi. 

Padahal, kata dia, basis utama pemilih PPP berasal dari kalangan santri yang dinilai memiliki resistensi terhadap figur Jokowi.

"Kesalahan elite PPP selama 10 tahun terakhir adalah mendekat kepada kekuasaan, padahal basis pemilih mereka tidak sejalan dengan itu," ujarnya.

Andi menambahkan, jika Jokowi ingin tetap aktif di dunia politik pasca tak menjabat presiden dan ditendang PDIP, PSI merupakan partai yang lebih sesuai secara ideologis. 

"Jokowi lebih tepat menjadi ketua umum PSI yang sebangun dengan orientasi politik dan ideologinya," pungkasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya