Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait/Ist

Bisnis

Kementerian PKP Gandeng bjb Wujudkan Program 3 Juta Rumah

RABU, 04 JUNI 2025 | 09:08 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program 3 juta rumah yang diinisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendapat dukungan dari bank bjb.

Perbankan BUMD Jawa Barat dan Banten ini siap menjadi bagian aktif dalam memberikan akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), khususnya di wilayah Jawa Barat.

Dukungan ini diwujudkan melalui optimalisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).


Melalui kolaborasi ini, bank bjb pun menargetkan peningkatan kontribusi dari 5 persen dari kuota nasional menjadi 10 persen khusus untuk wilayah Jawa Barat.

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri PKP, Maruarar Sirait dalam kunjungannya ke Kantor Pusat bank bjb di Bandung yang meminta bank bjb mengambil peran lebih besar dalam mendukung percepatan program rumah subsidi.

"Kami menyalurkan FLPP melalui kerja sama dengan berbagai pihak agar dukungan kepada program-program pemerintah lebih maksimal, terutama di Jawa Barat,” kata Dirut bank bjb terpilih, Yusuf Saadudin dalam keterangannya, Rabu, 4 Juni 2025.

Yusuf memastikan akan segera berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi pengembang perumahan di Jawa Barat untuk mengetahui jumlah pasokan rumah subsidi yang ada.

"Kami siap mendukung program 3 juta rumah dan melaksanakan penyaluran FLPP lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Sementara dalam Rakor Optimalisasi Program KPR Sejahtera FLPP, Menteri Maruarar mendorong bank bjb berani meningkatkan target penyaluran FLPP di Jawa Barat melalui beragam terobosan
 
"Apalagi masih banyak rakyat Jawa Barat yang membutuhkan rumah layak huni. Mari kita berlomba-lomba berbuat kebaikan dan membantu rakyat untuk memiliki rumah layak huni lewat FLPP," jelas Maruarar, Senin, 2 Juni 2025 lalu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya