Berita

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kanan) bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono/RMOL

Bisnis

BUMN Siapkan Ekosistem Bisnis Kopdes Merah Putih, Pembiayaan hingga Rp3 Miliar per Unit

RABU, 04 JUNI 2025 | 16:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian BUMN menyiapkan skema pendanaan dan ekosistem bisnis yang terintegrasi bagi koperasi desa (Kopdes) Merah Putih melalui proyek piloting di 80 hingga 100 titik yang tersebar di berbagai daerah. 

Hal ini disampaikan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo usai rapat koordinasi terbatas (Rakortas) Satgas Nasional di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Rabu 4 Juni 2025.

Menurut Kartika, koperasi yang dijadikan mock-up atau percontohan adalah koperasi yang sudah aktif dan memiliki potensi untuk dikembangkan. 


Pemerintah akan mengintegrasikan koperasi-koperasi tersebut dengan ekosistem BUMN, seperti menjadi pengecer pupuk, pelanggan LPG, mitra pembelian gabah untuk Bulog, agen BRILink, dan agen Pos.

“Jika nanti secara ekosistem berbagai perdagangan dan distribusi barang di desa itu bisa dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih ini, termasuk nanti untuk perdagangan sembako,” ujar Kartika.

Ia menegaskan, keberlanjutan bisnis menjadi kunci utama dalam pengembangan Kopdes Merah Putih. Pemerintah bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tengah menyusun skema pembiayaan berdasarkan skala koperasi dan kebutuhan desa.

Simulasi awal menunjukkan kebutuhan pembiayaan berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar per koperasi. Skema tersebut terbagi menjadi dua yakni kredit investasi dan modal kerja. 

Kredit investasi dapat digunakan untuk pembelian truk, pembangunan gudang, atau alat pertanian, sementara modal kerja diperuntukkan pembelian stok seperti pupuk, LPG, dan gabah.

“Jadi kita lagi mengukur skalanya, jadi 3 miliar itu tidak semuanya ya, tergantung kebutuhan dan size kooperasi dan desanya masing-masing," jelas Kartika.

Saat ini, pemerintah masih melakukan penghitungan detail dan pengembangan model bisnis untuk koperasi skala kecil hingga besar, sebagai dasar pencairan pembiayaan oleh Himbara.

Dengan pendekatan ini, Kopdes Merah Putih diharapkan tak hanya menjadi lembaga ekonomi desa, tetapi juga simpul distribusi dan perdagangan barang kebutuhan pokok yang terintegrasi dalam ekosistem BUMN.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya