Berita

Rumah Kaca

Kado 1 Juni Lahirnya Pancasila

Pancasila di Negeri Surgawi

OLEH: FIRDAUS SYAM
SELASA, 03 JUNI 2025 | 17:33 WIB

Pancasila falsafah anak "negeri surgawi Indonesia"
Negeri bercita makmur adil sejahtera
Raga jiwaku di sini dilahirkan

Ibu pertiwi tersenyum
Kala di tahun 45 

Kala di tahun 45 
Negeri surgawi merdeka
Dari yakinku teguh 
Hati ikhlasku kupenuh
Akan karuniamu tanah air merdeka

Dengan penderitaan, darah
Dengan tekad
Dengan cita jagad dunia
Bahkan...
Menembus petala langit
Menembus petala langit

Kesadaran itu tertulis
Dalam goresan konstitusi
Negeri ini merdeka
Merdeka! merdeka!
Adalah berkat rahmat Allah
Bukan karena jargon kebebasan semata
Bukan semata jargon liberty, fraternity, equality
Bukan... bukan..!

Jangan melupakan cita pahlawan nan mulia
Jangan lupakan sejarah
Jangan lupakan sejarah
Kata Bung Karno: "Jas Merah"
"Jangan sekali-kali melupakan sejarah"

Ujung jariku menuliskan huruf dan kata demi kata
Dalam denyut darah
Dalam ilham deburan samudra
Dalam pesona matahari yang memandikan keringat
Sepanjang hari
Dalam bulan purnama nan genit
Membuat pesona di negeri surga
Dalam senyum hijaunya daun dan kuningnya butir padi
Dalam dekapan, aduh...
eksotiknya dara-dara sepanjang jalur khatulistiwa

Sungguh indahnya negeri bermandi cahaya surya mentari
Selalu menyinari

Bhineka Tunggal Ika
Berukun 5 dari falsafah yang menyatu dalam NKRI
Berketuhanan Maha Esa
Berperikemanusiaan
Persatuan Indonesia
Aneka suku dari "seribu pulau" 
Aneka bahasa dari seribu budi pekerti
Akhlak mulia dari Ilahi Robi
Aneka budaya dari cita rasa dan karsa
Aneka agama dari kehendak Sang Maha Kuasa
Aneka tumbuhan, hewan tanah khatulistiwa
Mengundang detak jantung wangsa wangsa dunia

Pelancong, pencuri, penjajah, pedagang
Sampai peneliti, provokator, teroris dan..
Penyelusup datang ke negeri ini
"Negeri Surgawi"
Nusantara, Atlantis!
Atlas dan Tis
Tanah dan Air
Mereka, ya... mereka ini bertopeng
Mengambil satu demi satu
Dua demi dua
Tiga demi tiga...
Merampas, merampok, menikung, dan memecah belah

Dalam perjalanan waktu
Tangan-tangan penjajah
Sang durjana
Membuat anak negeri surga 
Mudah hilang ingatan
Mudah lupa dan rendah diri
Layu dan silau memandang globalisasi dunia
Yang gelap menyilaukan

Di tengah hilang ingatan dan lupa itu
Terpecah dan terkotaknya anak-anak Nusantara

Sesungguhnya
Gemuruh kesadaran pernah tumbuh dan selalu tumbuh
Dalam Kebangkitan Nasional
Dalam Sumpah Pemuda
Dalam Proklamasi
Dalam Reformasi
Serasa anak negeri hidup kembali
Menyatu dari Pulau We
sampai Merauke
Pulau Mianggas sampai Pulau Rote

Api kemerdakaan memancarkan generasi bunga bangsa
Menggeliat tak henti

Namun...
Telah merdekakah anak negeri surgawi di Nusantara ini?
Atau...
Falsafah Pancasila terbenam di lumpur-lumpur bobroknya perakus negara
dan jelaga globalisasi yang kini telah "menyilaukan mata hati" 
Anak negeri telah terasing dari anugerah Sang Maha Kuasa Rab insani

Hari ini
Kita belum cukup mensyukuri
Makna Pancasila di Negeri Surgawi

Kampus Perjuangan UNAS
13/9/2013
Dikutip dari buku "Penyintas Merah Putih Hijau Hitam: Firdaus Syam 99 Antologi Puisi" halaman 322-326

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya